Terdampak Pandemi Covid 19, Perusda Tirta Sanjiwani Kehilangan Ratusan Pelanggan - Dewata News

Breaking News

6/24/21

Terdampak Pandemi Covid 19, Perusda Tirta Sanjiwani Kehilangan Ratusan Pelanggan

 

Gianyar, dewatanews.com - Selama Pandemi Covid 19 terjadi, Perusda Air Minum Tirta Sanjiwani milik pemerintah Kabupaten Gianyar   mulai merasakan dampaknya.

Bahkan, dalam hitungannya, Pandemi Covid 19 telah berdampak pada hilangnya pendapatan Perusda ini lebih dari 1 miliar per bulan.

Dirut Perusda Made Sastra Kencana menjelaskan, ( 24/5 ) 6ini  akibat banyak pelanggan yang berhenti berlangganan, karena tidak mampu membayar kewajiban.

Selain itu kondisi ini juga disebabkan banyak pelanggan yang mengubah golongan, dari yang awalnya golongan niaga, beralih ke golongan rumah tangga.

Penurunan pelanggan hingga bilan mei 2021 tercacat sebanyak 547 sambungan, " hingga bulan mei ada sekitar 547 pelanggan sudah berkurang", ungkapnya.

Sambungan tersebut saat ini telah dicabut atas keinginan pelanggan, dengan alasan tidak kuat membayar, sudah memiliki sumber air lain, seperti sumur, ada juga disegel dengan alasan tertentu.

Penurunan pendapatan Tirta Sanjiwani turun rata-rata Rp 1 miliar per bulan, dari sebelumnya Rp 7,3 miliar, kini hanya 6,3 miliar, “Tahun 2020 pendapatan masih stabil. Begitu memasuki 2021, pendapatan kita berkurang rata-rata Rp 1 miliar per bulan,” tambahnya.

Walau demikian Perusda Tirta Sanjiwani terus berupa melakukan efisiensi untuk mengurangi pembiayaan tidak langsung.

Mulai dari efisiensi pembiayaan admisitrasi, biaya pemakaian listrik, sperti listrik pada jam sibuk saja, mengontrol pemakaian kimia, tetap penundaan investasi,  termasuk pending pembangunan gedung, serta mengurangi biaya untuk tenaga kerja pihak kedua sudah dilakukan.

Selain dampak Pandemi Covid 19, beberapa penyebab lainnya   berkurangnya pendapatan disebabkan masih banyaknya tunggakan pelanggan.

Tunggakan pelanggan sebelum pandemi sekitar 1,3 miliar, dan saat pandemi naik menjadi 2,8 miliar.

Berbagai upaya pendekatan persuasif juga dilakukan dan kinerja ini hanya mampu mengurangi tunggakan menjadi 2,5 miliar.

Didominasi 90 % pelanggan rumah tangga, walau demikian niat baik berupa relaksasi pembayaran untuk mencicil masih diberikan pihak Perusda Tirta Sanjiwani hingga akhir tahun.

Pemerintah daerah mewajibakan Perusda Tira Sanjiwani menyetorkan Labanya sebesar 55%  dari pendapatan.

Walaupun masih tergolong bisa bernafas, pihaknya kawatir jika tagihan ke pelanggan sulit  kedepan tidak bisa memberikan kontribusi ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gianyar sesuai target.
“per Juni 2021, neraca  menampilkan laba kotor Rp 1,19 miliar. Jadi masih bisa bergeraklah. Masih bisa memberikan pendapatan.” tutupnya.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com