Perkuat Penanganan Covid-19, Sekda Dewa Indra Sambut Baik Sinergitas Akademisi, TNI-POLRI dan Birokrasi - Dewata News

Breaking News

5/29/21

Perkuat Penanganan Covid-19, Sekda Dewa Indra Sambut Baik Sinergitas Akademisi, TNI-POLRI dan Birokrasi

 

Denpasar, dewatanews.com - Pandemi Covid-19 yang sudah melanda dunia termasuk Bali sudah ebih dari satu tahun lamanya dan hingga saat ini ujung akhir dari pandemi belum terlihat. Untuk itu berbagai upaya penanganan serta pencegahan penyebaran Covid 19 terus dilakukan baik melalui pengetatan prokes maupun menggenjot upaya vaksinasi. Penguatan upaya upaya tersebut perlu mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat baik itu TNI-POLRI , pemerintah serta akademisi. Sinergitas yang selama ini telah ada semakin diperkuat dan diperluas sehingga bersama sama  kita akan mampu keluar dari pandemi ini.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam sambutannya saat mewakili Gubernur Bali dalam acara Pelepasan Mahasiswa sebagai Duta Perubahan Perilaku, Duta Protokol Kesehatan dan Tim Tracing di Ruang dr A A Made Jelantik, Lantai 4 ,Fakultas Kedokteran ,Universitas Udayana, Denpasar ,Sabtu (29/5).


Lebih jauh dalam sambutannya, Sekda Dewa Indra  yang didampingi Kalaksa BPBD Provinsi Bali Made Rentin dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya menyampaikan apresiasi serta menyambut baik atas dukungan dari Universitas Udayana dalam berbagai upaya penanganan Covid 19 di Provinsi Bali.  Pelibatan mahasiswa Fakultas Kedokteran kali ini menambah daftar panjang partisipasi dan kontribusi dari Universitas Udayana  dari sejak awal merebaknya virus Corona pada bulan Maret 2020.


" Kami Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan apresiasi pada Unud yang sudah terlibat dan melibatkan diri, yang telah berperan dan mengambil peran dalam penanganan Covid 19. Tugas ini sangat mulia dan menantang bagi  kita semua untuk turut mengambil peran dalam berbagai upaya kita untuk  keluar dari pandemi, " imbuhnya.



Ketua Harian Gugus Tugas Covid 19 Provinsi Bali ini juga memotivasi para mahasiswa Fakultas Kedokteran Unud yang akan turun ke tengah masyarakat  sebagai duta perubahan perilaku, pelaksanaan protokol kesehatan serta penguatan tracing untuk bisa mengambil hikmah dan pengalaman  dibalik penugasan ini dan patut berbangga karena bisa melibatkan diri serta berkonstribusi nyata dalam berbagai upaya kita bersama menangani pandemi.

" Jangan dijadikan penugasan ini sebagai sesuatu beban, ini merupakan suatu kesempatan yang luar biasa bisa terlibat dan  berperan nyata dalam upaya menangani pandemi. Mahasiswa kedokteran generasi berikutnya  belum tentu memilki pengalaman serta peran nyata seperti apa yang mahasiswa sekarang lakukan. Untuk itu mari berperan sebaik baiknya,berkonstribusi nyata dan kita akan merasa bangga ketika nantinya pandemi ini bisa kita akhiri , " tuturnya.


Diakhir sambutannya, Sekda Bali juga menyampaikan bahwasannya berdasarkan data (28/5) masyarakat Bali yang sudah mendapatkan vaksin berjumlah 1 juta  260 ribu atau sekitar 31 persen dari total jumlah penduduk Bali.  Jika dilihat dari populasi agar bisa terbentuknya herd immunity dimana minimal 70 persen masyarakat harus tervaksin maka itu artinya vaksinasi belum selesai.  Untuk itu pelaksanaan vaksin masih harus dipercepat dan diperluas ,disamping prokes yang ketat serta tracing yang diperkuat agar penyebaran Covid 19 di Pulau Dewata dapat kita kendalikan.


Dalam acara yang turut dihadiri oleh Kapolda Bali  Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra , Kasdam IX/Udayana  Brigjen TNI Harfendi, Rektor Universitas Udayana Prof A A Raka Sudewi beserta jajarannya juga dilakukan pelepasan mahasiswa Fakultas Kedokteran Unud sebagai Duta Perubahan Perilaku oleh Kasdam IX/ Udayana, Duta Protokol Kesehatan' oleh Kapolda Bali dan Tim Tracing oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com