Hari Kartini Jadi Kesan Tersendiri Bagi Para Srikandi PDI Perjuangan - Dewata News

Breaking News

4/21/21

Hari Kartini Jadi Kesan Tersendiri Bagi Para Srikandi PDI Perjuangan

 

Denpasar, dewatanews.com - Anggota Komisi IV DPRD Bali dari Fraksi PDI Perjuangan Ni Wayan Sari Galung, S.Sos mengatakan bahwa peringatan hari Kartini yang jatuh tanggal 21 April membawa kesan tersendiri.

"Kita peringati hari Kartini adalah untuk
mengenang perjuangannya yang begitu gigih memperjuangkan hak-hak perempuan untuk dapat megenyam pendidikan," ujar Srikandi Asal Sesetan, Rabu (21/4/2021).

Dikatakan, melihat perjuangan Kartini pada masanya tentu bisa menjadi kenangan tersendiri, sebab Kartini saat itu telah mampu memperjuangkan hak-hak perempuan untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan dengan kaum laki-laki.

Bahkan perjuangan Kartini tidak hanya dibatasi dengan kesempatan memperoleh atau mengenyam pendidikan, tetapi kesetaraan itu dapat berupa kesetaraan dalam bidang ekonomi, politik dan lainnya.

Contohnya dalam bidang politik yang sudah diatur mengenai proporsi keterwakilan perempuan. Dalam Undang-undang Nomor 31/2002 tentang Partai Politik, perhatian atas perlunya keterwakilan perempuan di bidang politik sudah terlihat.

Selain itu, ketentuan terkait keterwakilan perempuan dalam politik semakin jelas dalam Undang-undang Nomor 2/2008 tentang Partai Politik. Dalam Pasal 2 undang-undang tersebut keterwakilan perempuan di bidang politik diperlihatkan dalam angka yang jelas yaitu 30 persen.

"Dimana besaran keterwakilan perempuan itu menyangkut pendirian dan pembentukan parpol, serta kepengurusan parpol di tingkat pusat maupun daerah," ucap Sari Galung.

Selanjutnya, dalam kesetaraan gender dalam bidang politik yang telah tertuang dalam bentuk undang-undang merupakan langkah nyata untuk  mengikis ketidaksetaraan gender dalam masyarakat (dalam bidang politik).

Perjuangan kesetaraan gender tidak lepas dari bagaimana pandangan masyarakat tentang kedudukan laki-laki dan perempuan. Ideologi suatu masyarakat akan memengaruhi bagaimana pandangan suatu masyarakat mengenai kesetaraan gender.

Perjuangan kesetaraan gender tidak bisa dilakukan secara revoluioner. Hal itu dilakukan dengan evolusi sehingga perubahan yang dilakukan tidak bersifat frontal. Sampai saat ini kesetaraan gender di Indonesia belum maksimal. Perempuan belum mendapatkan hak-haknya setara dengan laki-laki.

"Hal ini disebabkan oleh ideologi yang dianut suatu masyarakat. Karena dari berbagai suku akan mempunyai ideologi yang berbeda, dan ini masih dirasakan menimbulkan perbedaan cara pandang terhadap laki-laki dan perempuan," imbuhnya.

Ditambahkan, sebenarnya masyarakat telah menyadari tentang kesetaraan gender, maka kesetaraan gender bisa terwujud dalam segala aspek kehidupan. Jadilah perempuan mandiri dan memiliki bisa berdaya saing.

"Karena itu bisa menjadi tujuan utama dalam menjalani kehidupan untuk bisa menepis segala kekerasan, berani mengambil keputusan, memperkuat jati diri keluarga dan nantinya akan bisa selalu menginspirasi perempuan lain," tambahnya. (DN - Bdi)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com