Utamakan Kesehatan di Covid-19, DPD RI Akan Prioritaskan 3 Program di Sidang Paripurna - Dewata News

Breaking News

2/18/21

Utamakan Kesehatan di Covid-19, DPD RI Akan Prioritaskan 3 Program di Sidang Paripurna

 

Badung, dewatanews.com - Salah satu anggota DPD RI Perwakilan Bali dari Komite III AA. Gde Agung yang kini membidangi kesehatan, pendidikan, pariwisata, agama, ketanakerjaan dan sosial mengatakan jika setiap masa sidang memiliki suatu program prioritas. Bahkan saat ini di DPD RI juga dilibatkan dalam penyusunan Undang - Undang, dan jadi jelas prioritas yang utama ada di UU.

"Salah satunya dimasa reses ini, ada 3 program  yang harus dilaporkan dalam Sidang Paripurna yang akan datang tanggal 11 Maret 2021," ujarnya, Kamis (18/2/2021).

Dikatakan, selaku anggota  DPD RI perwakilan Bali nantinya juga melaporkan hasil reses komite 1, komite 2,  komite 3 dan komite 4. Ada beberapa laporan yang akan dilaporkan nantinya baik secara tertulis maupun lisan.

Pertama laporan terkait prioritas masa reses terutamanya masalah UU sosiologi yang harus  bisa disempurnakan. Kedua terkait masalah ibadah haji dan umroh.

Kalaupun saya sendiri di Hindu, namun lama bergaul di FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) tentu juga harus disampaikan permasalahan, Ketiga berkaitan dengan pariwisata.

Keempat berkait dengan kesehatan berkenaan dengan Vaksinasi. Itu sudah ada pembahasan mulai dari Menteri Kesehatan mengadakan rapat secara virtual.  

Khusus untuk kesehatan jadi prioritas utama terkait Covid - 19 dengan penerapan Protokol Kesehatan 3M dan 3T yaitu testing, tracing dan treatment.

"Jadi pendapat saya sendiri sudah disampaikan pada rapat kerja adalah disamping masyarakat sebagai garda terdepan, pasti harus gencar mematuhi protokol kesehatan," terangnya.

Gde Agung juga menyampaikan pembahasan dengan kalangan akademisi dan praktisi kesehatan sebelumnya terutama terkait testing. Kenapa tidak memakai  hasil produksi sendiri yakni hasil penelitian Universitas Gajah Mada melalui alat testing GeNose yang harganya murah sekali dengan biaya 20 ribu rupiah.

"Alat testing GeNose yang harganya murah sekali ini
yang saya usulkan kepada Menteri dan Dinas Kesehatan," imbuhnya.

Lanjutnya, keuntungan alat testing GeNose ada 3 yaitu pertama biayanya sangat murah terjangkau oleh siapapun juga, kedua bisa dilakukan dimana-mana sehingga tracingnya lebih luas dan merata, dan yang ketiga hasil tesnya juga cepat untuk mengetahui ada atau tidaknya virus Covid-19.

Namun ada resikonya juga seperti kelihatan langsung orang yang di testing yakni OTG dari tingkat ringan, sedang dan berat sehingga langkah selanjutnya berupa treatment kalau ringan cukup isolasi dirumah saja, kalau yang sedang
mungkin di hotel dan yang berat di rumah sakit.

"Itulah masyarakat sebagai garda terdepan untuk mengamankan Covid -19 sehingga tidak muncul pada suatu tempat secara mendadak. Apalagi diikuti dengan Vaksinasi dan hasil efeknya positif," imbuhnya.

Ditambahkan, sama halnya dengan vaksin lain seperti folio jadi bukan obat, setelah divaksin butuh proses tubuh bereaksi dan yang ke 2 sekitar dua minggu baru vaksin akan bekerja.

Saya juga mempertanyakan untuk sementara kenapa vaksin yang tersedia untuk umur  18 sampai  59 tahun saja dan jawabanya sangat teknis. Karena waktu diuji pada relawan umur 18 - 59 tahun vaksin Sinovac dinyatakan aman.  

"Sedang vaksin untuk usia lansia sampel penelitian di Cina 400 orang dan di Brasil 16 orang, vaksin Sinovac hasilnya aman tapi namanya berubah menjadi vaksin Conovac " pungkasnya. (DN - Bdi)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com