Jika Jadi Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Buleleng Nyatakan Siap dengan Prokes Ketat - Dewata News

Breaking News

12/21/20

Jika Jadi Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Buleleng Nyatakan Siap dengan Prokes Ketat

 

Buleleng, dewatanews.com - Beberapa waktu lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan bahwa pada semester genap tahun ajaran 2020/2021, sekolah boleh melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan memenuhi syarat tertentu khususnya terkait protokol kesehatan.

Nadiem mengharapkan sekolah mulai mempersiapkan diri dari sekarang hingga akhir tahun untuk pergantian model pembelajaran.

 

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng Made Astika menyatakan kesiapannya menghadapi pendidikan new normal tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Menurut Astika, penerapan protokol kesehatan yang ketat dilakukan guna mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19.

"Kesiapan dan kebijakan Disdikpora dalam perencanaan sekolah tatap muka, pada prinsipnya sekolah hampir semua sudah siap. Namun ada beberapa hal yang perlu di secret mengingat jumlah siswa yang banyak. Dan walaupun sedikit jumlah siswa, pasti akan mengalami permasalaha juga," ujar Astika ditemui redaksi dewatanews.com pada Senin (21/12) pagi diruang kerjanya.

Dikatakan Astika, langkah dan kebijakan yang akan dilakukan dalah dengan melaksanakan simulasi pendidikan tatap muka terlebih dulu ke beberapa sekolah, bahkan mungkin ke semua sekolah secara bertahap. 

 

"Pelaksanaan tatap muka rencana akan di laksanakan bulan Januari 2021 sesuai arahan dari Disdikpora Propinsi Bali,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Astika, sekolah yang pengawasannya masih memadai kemungkinan yang akan di berikan tatap muka. Akan tetapi, Ia menyampaikan bahwa keputusan atau ijin PTM ranahnya ada pada Satuan Gugus Tugas Covid-19.
 

"Tapi ini tentu ijinnya bukan dari Dinas pendidikan, tentunya dari pimpinan kita yaitu Bupati Buleleng selaku Satuan Gugus Tugas. Beberapa sekolah memang sudah mengajukan (kepala sekolah) ijin ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga untuk dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka, tapi tetap menjadi kajian kita ketika sekolah sudah mendapatkan ijin, baru sekolah bisa melakukan simulasi dulu," tambahnya.


Mengenai persyaratan swab test untuk melakukan PTM sesuai arahan dari Gubernur Bali Wayan Koster, Ia mengatakan setuju. Akan tetapi terkait dengan pembiayaan Ia masih menunggu apakah di anggarkan oleh Propinsi Bali atau dari Kabupaten/Kota. 

 

"Ini baru di rencanakan seperti itu seperti  dalam rapat yang di sampaikan oleh bapak Gubernur Bali beberapa waktu lalu," imbuhnya. (DN-MGA).

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com