Jatuh, Seorang Lansia Tenggelam di Tukad Saba Patemon - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

Post Top Ad

Responsive Ads Here

10/1/20

Jatuh, Seorang Lansia Tenggelam di Tukad Saba Patemon

 

Buleleng, dewatanews.com - Telah terjadi peristiwa yang mengakibatkan korban lanjut usia meninggal dunia, karena tenggelam setelah tergelincir di Tukad (sungai) Saba yang melintas di Desa Patemon, Kecamatan Seririt pada hari Rabu sore (30/9) sore.

Korbannya adalah Wayan Mara (81) alamat Banjar Dinas Sema, Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali.

Terkait peristiwa ini, pihak Kepolisian Sektor Seririt telah meminta keterangan saksi-saksi diantaranya Kadek Sama (46) yang merupakan anak kandung korban. Saksi lainnya yang melihat korban sudah dalam keadaan tenggelam, I Ketut Winaya (51) yang juga sebagai Perbekel Patemon.

Seperti diungkapkan Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya, SH bahwa Rabu (30/09) pagi sekira pukul 06.00 Wita, korban yang sudah lansia dan mengalami sakit linglung (bingung-red), diketahui oleh saksi Kadek Sama yang melihat kamar korban sudah dalam keadaan kosong.

Selanjutnya saksi dan keluarga berusaha mencari di sekitar Desa Patemon dan sekitarnya, juga menginformasikan melalui Facebook.

Kemudian sore hari saksi mendapat informasi dari warga, bahwa korban ditemukan tenggelam di sungai Saba. Saat saksi sampai di TKP, saksi melihat korban tenggelam di sungai dan dengan dibantu warga memindahkan korban ke tepi sungai.

Saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis Puskesmas Seririt, korban dinyatakan telah meninggal dunia, karena tenggelam dan tidak ditemukan ada tanda tanda kekerasan pada tubuh korban.

Keterangan dari anak korban, bahwa korban selama ini memang dalam keadaan sakit dan sering berjalan sendiri melintasi sungai tersebut menuju ke rumah anak perempuannya yang ada di seberang sungai.

Bahkan, sebelumnya sudah 3 kali ditemukan bengong atau kebingungan sendiri di sekitar sungai tersebut.

Dari pihak keluarga telah ikhlas atas meninggalnya korban dan meminta tidak dilakukan otopsi serta akan membuat pernyataan tertulis di kantor Desa setempat.

Korban diduga meninggal, karena tergelincir disungai dan karena sudah lanjut usia, akhirnya terbawa air dan tenggelam.

Saat kejadian tersebut, tidak ada yang melihat, sehingga korban tidak tertolong dan meninggal.

Keluarga korban tidak mempermasalahkan kematian korban dan menerima dengan ikhlas dengan pertimbangan korban sudah usia lanjut dan bingung, sehingga mengalami musibah tersebut.

Hasil pengecekan dan pemeriksaan bersama Tim medis Puskesmas Seririt tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

"Keluarga korban bersedia membuat pernyataan untuk tidak mempermasalahkan kejadian tersebut dan menolak dilakukan visum et repertum," ucapnya.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here