Krisis Air di Desa Penuktukan dan Desa Les, Bupati PAS Berikan Subsidi Operasional - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

Post Top Ad

Responsive Ads Here

7/20/20

Krisis Air di Desa Penuktukan dan Desa Les, Bupati PAS Berikan Subsidi Operasional


Buleleng, dewatanews.com - Krisis air yang terjadi di Desa Penuktukan dan Desa Les langsung mendapat perhatian Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST. Secara khusus, Bupati yang biasa disapa PAS ini melakukan pertemuan pada Senin (20/7) pagi di Dusun Butiyang, Desa Les, Tejakula, Buleleng.

Pertemuan yang juga di hadiri oleh Direktur Teknis PDAM Buleleng, Kepala Desa les dan Kepala Desa penuktukan tersebut membahas tentang krisis air yang terjadi di Desa Les dan Desa Penuktukan.

Sumber air yang berada di kawasan hutan negara di wilayah Bangli yang disalah gunakan oleh beberapa oknum membuat kedua desa tersebut tidak mendapat kan air bersih. Persoalan ini sudah berlangsung dari 2019 lalu sehingga menghambat supplai air bersih menuju kedua desa tersebut.

Kepala Desa Les Gede Adi Wistara menegaskan bahwa debit air yang kecil membuat air subak terhambat dan warga desa les juga kesusahan mendapatkan air bersih.

"Sekitar 4 dusun di desa les sudah tidak mendapatkan air yaitu tegal linggah, panjingan, lempedu, penyumbahan," jelasnya.

Hal serupa juga terjadi di Desa Penuktukan, sekitar 4 wilayah di sana tidak mendapatkan air bersih. Kepala Desa penuktukan I Gede Maduarta menegaskan warga desa yang berada di wilayah bagian atas kadang tidak mendapatkan air bersih karena tidak mampu memompa air menuju atas.

Pada kesempatan ini, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST memberikan jalan keluar denga mengambil alih dan memberikan subsidi sumur bor, untuk mengatasi krisis air yang ada di antara kedua desa. Anggaran yang disiapkan kurang lebih Rp. 500 juta dan ia juga menegaskan pembagian air akan di kembalikan seperti semula lagi.

Bupati Agus Suradnyana mengatakan dalam waktu dekat seluruh sumur bor yang ada di dua desa tersebut akan dibuatkan tangki air portable. Masing-masing sumur bor dibuatkan tangki portable dengan total sebesar 80.000 meter kubik. Dalam hal ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bersama dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Hita Kabupaten  Buleleng segera akan menindaklanjuti hal tersebut.

“Ini untuk jangka pendeknya dulu. Karena kita tahu bersama, kalau penataan sumber mata air tidak terlalu menghabiskan biaya dengan jumlah besar. Yang memerlukan biaya besar hanya pada pembuatan reservoir dan penyediaan pipa,” ujarnya.

Setelah itu untuk jangka menengah nantinya, energi listrik pada sumur bor akan diganti dengan menggunakan solar cell (tenaga surya) dan untuk jangka panjangnya akan menggunakan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari Air Sanir yang akan disalurkan hingga ke Desa Penuktukan. Terkait dengan permasalahan air, memang tak terlepas dari pengaruh lingkungan. Namun Pemkab Buleleng telah menyiapkan langkah antisipasi terjadinya hal tersebut.

“Kita sudah menemukan jalan keluar dari persoalan air pada dua desa ini, sampai jangka panjangnya sudah kami pikirkan,” imbuh Bupati asal Desa Banyuatis ini. (DN - KrS)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here