Koster Resmikan Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru di Pantai Pandawa - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

Post Top Ad

Responsive Ads Here

7/11/20

Koster Resmikan Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru di Pantai Pandawa


Badung, dewatanews.com - Provinsi Bali memulai tahapan pertama Tatanan Kehidupan Era Baru ditandai dengan pelepasan rombongan mobil kuno “Road to Penerapan Tata Kehidupan Era Baru Provinsi Bali” oleh Gubernur Bali Wayan Koster di halaman Kantor Gubernur Bali, Denpasar, serta melakukan kunjungan ke sejumlah objek wisata pada Kamis (9/7) pagi.

Kali ini, Sabtu (11/7) pagi Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) meresmikan diberlakukannya Tatanan Kehidupan Era Baru di Pantai Pandawa, Desa Kutuh, Badung. Selain itu, pada kesempatan ini juga dilaksanakan penerapan digitalisasi kawasan wisata pantai Pandawa berbasis Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

Dijelaskan Gubernur Koster, penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru ini mengingat masyarakat Bali sudah cukup lama aktivitasnya dibatasi akibat pandemi Covid-19 sehingga berdampak pada perekonomian masyarakat. Untuk itu, pemerintah mengambil langkah untuk melaksanakan Tatanan Kehidupan Era Baru ditengah pandemi.

"Untuk diketahui pelaksanaan Tatanan Era Baru terbagi dalam tiga tahap, yakni tahap pertama tanggal 9 Juli untuk masyarakat lokal. Selanjutnya tahap kedua nanti tanggal 31 Juli aktivitas diperluas untuk sektor pariwisata untuk wisatawan Nusantara. Jika semua berjalan lancar, tahap ketiga tanggal 11 September 2020 akan dibuka untuk wisatawan mancanegara," jelas Koster.

Dikatakan Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini, 52% perekonomian masyarakat Bali bergantung pada aktivitas pariwisata. Sehingga dengan adanya pandemi Covid-19 ini, masyarakat Bali sangat merasakan dampaknya.

"Sebagian besar kehidupan perekonomian di Bali ditopang oleh pariwisata. Karena situasi ini, pariwisata di Bali tidak bisa beraktivitas sama sekali. Sehingga kita merasakan dampaknya sangat luar biasa terhadap keseluruhan kehidupan perekonomian yang ada di Bali yang berkaitan dengan kepariwisataan," ujarnya.

Oleh karena itu, sebagai gubernur Bali yang juga sekaligus ketua gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, Koster mengambil pilihan.

"Pertama adalah tetap kita menangani covid 19 ini dengan sebaik-baiknya agar masyarakat kita sehat dan aman dari covid-19. Yang kedua adalah bersamaan dengan penanganan covid-19 ini juga kita harus berani memulai aktivitas perekonomian. Kita tidak mungkin seterusnya akan menjalani sesuatu yang tidak ada kepastian nya, jadi karena itu pilihannya adalah dua-duanya kita jalankan secara bersama-sama. Penanganan konflik sebagai bagian dari pada upaya kita menangani kesehatan masyarakat agar bebas dan aman dari covid-19 dengan sebaik-baiknya dengan semua pihak bersamaan dengan itu juga kita memulai aktivitas perekonomian di provinsi Bali ini," tambahnya.


Oleh karena itu, dikatakan Koster dengan kesepakatan Bupati/walikota se-bali dan juga para pihak yang menjadi bagian dari gugus tugas provinsi Bali dan kabupaten/kota se-Bali telah diputuskan Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru untuk masyarakat produktif dan aman covid-19 secara bertahap, selektif dan terbatas.

"Tahapan ini diawali dengan upacara yadnya pemahayu jagat tanggal 5 Juli yang lalu di Penataran Pura Besakih bertepatan dengan Purnama Kasa. Hari baik yang kita pilih pada saat itu adalah untuk mengucapkan syukur kehadapan Sang Hyang Widhi Wasa. Memohon tuntunan dan bimbingan agar penanganan covid-19 di provinsi Bali dapat kita jalankan dengan relatif baik. Kasus di provinsi Bali dapat kita kendalikan, yang sembuh bisa terus kita tingkatkan dan dengan doa kita semua agar yang meninggal ini tidak lagi bertambah. Itu yang kita jalankan secara Niskala. Kemudian setelah itu kita melaksanakan tahapan yang pertama yang dimulai pada tanggal 9 Juli," imbuhnya.

Koster berharap, dengan dibukanya pantai Pandawa akan membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Mengingat sebenarnya sudah banyak wisatawan yang ingin datang ke Bali. Hanya saja memang masih ada keterbatasan yang belum bisa di jalankan karena masih berlaku aturan yang belum memungkinkan perjalanan khususnya dari luar negeri.

"Saya kira pemerintah akan memulai tahapan itu dalam beberapa Minggu yang akan datang ini, kemudian kita berharap tahapan pertama yang kita mulai tanggal 9 Juli ini berlangsung dengan baik, dengan lancar diikuti oleh masyarakat yang berperilaku tertib, disiplin di dalam melaksanakan protokol Tatanan Kehidupan Era Baru ini. Jika ini berjalan dengan baik, kita akan masuk ke tahapan yang kedua tanggal 31 Juli 2020 ini untuk memulai dengan sektor pariwisata dengan membuka wisatawan Nusantara, kemudian kita berharap ini juga bisa berjalan dengan baik, disiplin diikuti oleh semua pihak yang terkait sehingga kita akan melanjutkan ke tahap yang ketiga pada tanggal 11 September 2020 untuk pariwisata yang melibatkan wisatawan mancanegara dan ini sudah kita persiapkan dengan sebaik-baiknya melalui terbitnya surat edaran gubernur Bali nomor 3355 tahun 2020 tentang Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru di provinsi Bali," ungkap Koster.

Pada kesempatan ini, Gubernur Koster menyampaikan rasa bahagia atas pelaksanaan Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru sekaligus juga dilakukan digitalisasi kawasan pantai Pandawa berbasis QRIS sebagai penanda pelaksanaan Bali Era Baru.

"Jujur saja, Saya baru pertama kali kesini. Biasanya Saya hanya mendengar dari omongan saja, ternyata tempatnya bagus. Untuk pengembangan kawasan ini sebagai destinasi pariwisata, tentu saja pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten akan mendukung dengan sebaik-baiknya agar kawasan ini kedepan dapat berkembang dengan baik. Tentu dengan menerapkan kearifan lokal yang kita miliki agar semua tertata dengan baik. Bersama-sama masyarakat yang ada di sini agar kita semua menyadari sepenuhnya ini adalah tempat untuk melakukan aktivitas usaha yang telah memberikan sumber penghidupan, memberikan rezeki untuk kita semua sebagai anugerah dari beliau. Oleh karena itu jangan hanya kita asyik menggali suatu pendapatan di sini tapi juga kita harus mengiringi dengan 1 aktivitas upacara keagamaan yang sesuai dengan kearifan lokal kita. Ini adalah pantai, maka juga sangat penting dilaksanakan upacara Yadnya yang berkaitan dengan Segara agar tempat ini betul-betul secara Niskala dan skala memberikan kesejahteraan bagi masyarakat yang ada di sini," tutupnya.


Sementara Bendesa Adat Kutuh Jro Nyoman Mesir dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kehadiran Gubernur Bali beserta Wakil Gubernur Bali yang dikatakannya merupakan kali pertama seorang Gubernur dan Wakil Gubernur Bali datang ke Pantai Pandawa sejak dibuka pada 2012 silam.

"Dengan hadirnya bapak gubernur mudah-mudahan pantai Pandawa menjadi destinasi wisata terbaik didunia. Kawasan pantai Pandawa ini adalah asli ciptaan masyarakat desa bersama para penglingsir-penglingsir, tokoh masyarakat di Kutuh," tuturnya.

Untuk itu, Ia berharap Gubernur Bali bisa terus memberikan dukungan agar objek wisata Pantai Pandawa bisa terus ditata dan dikembangkan untuk menjdi lebih baik lagi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menyampaikan peresmian Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru dan Digitalisasi Kawasan Wisata Pantai Pandawa berbasis QRIS ini sebagai agenda kedua yang telah dilaksanakan. Dipilihnya Pantai Pandawa untuk penerapan tersebut karena merupakan objek wisata yang di kelola oleh desa adat dan sangat siap dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Dalam tatanan kehidupan era baru ini digitalisasi merupakan sebuah keniscayaan dan wajib dimasukkan di semua bidang kehidupan termasuk sektor pariwisata. Dalam surat edaran gubernur nomor 3355 tahun 2020 semua yang ada transaksinya diminta untuk menerapkan pembayaran non-tunai. Ini merupakan kelebihan yang dimiliki Bali sebagai destinasi wisata dunia.  Pembayaran non-tunai menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang cepat, mudah murah dan aman serta transparan," jelasnya.

Selain itu juga, QRIS sebagai instrumen pembayaran juga menjadi solusi untuk membangkitkan sektor pariwisata dalam mendukung tatanan kehidupan era baru karena tidak akan ada kontak fisik dalam interaksi.

"Cara pembayaran menggunakan QRIS ini relatif cepat, mudah, murah, aman, dan handal, cukup dengan 1 kode QR untuk pembayaran berbagai jenis aplikasi seperti linkaja, gopay, ovo, dan shoppeepay. Di Kawasan Wisata Pantai Pandawa ini, nantinya pembayaran menggunakan QRIS dapat dilakukan ketika melakukan transaksi penyewaan payung, penyewaan kano, toko oleh oleh dan warung makan," terangnya

Peresmian Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru ditandai dengN pemotongan pita oleh Gubernur bali didampingi Wakil Gubernur Bali, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Tokoh Masyarakat Desa Kutuh, serta Forkopimda yang hadir. Terakhir, undangan dan masyarakat disuguhkan atraksi 20 paralayang yang menghiasi langit pantai Pandawa. (DN - NgR)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here