RSBM dan UPTD Balai Labkes Provinsi Bali Disiapkan Untuk Uji Swab - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

Post Top Ad

Responsive Ads Here

6/17/20

RSBM dan UPTD Balai Labkes Provinsi Bali Disiapkan Untuk Uji Swab


Denpasar, dewatanews.com - Tiga bulan berjalan wabah corona belum juga menunjukkan tanda lenyap dari muka bumi. Jika dilihat dari jumlah, kasus Covid-19 di Bali terus mengalami peningkatan yang cukup tinggi dimana sumbernya berasal dari kasus transmisi lokal. Hal ini menunjukkan masih banyaknya masyarakat yang kurang menerapkan protokol kesehatan di tengah aktivitasnya.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali saat memimpin rapat optimalisasi laboratorium dan percepatan hasil uji Swab-PCR bersama instansi terkait via daring, Rabu (17/6).

Untuk memberikan pelayanan secara optimal terutama penyampaian hasil swab berbasis PCR dari laboratorium kepada pasien yang belakangan ini mengalami perlambatan akibat jumlah kasus yang semakin meningkat, Dewa Made Indra mengatakan ke depan akan ada dua (2) rumah sakit yang dilengkapi laboratorium uji Swab-PCR yakni Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) dan UPTD. Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali, yang akan aktif pada awal Juli mendatang. 

"Dengan bertambahnya jumlah laboratorium uji Swab-PCR di Bali, diharapkan mampu meningkatkan kecepatan tim medis dalam mengeluarkan hasil uji Swab-PCR yang nantinya juga akan memberi dampak semakin cepatnya sirkulasi layanan bagi pasien khususnya yang sedang menjalani karantina," ujarnya.

Saat ini telah beroperasinya tiga (3) laboratorium yang ada dengan kapasitas 24.640 per bulan (RSUP Sanglah 3 alat dengan kemampuan uji Swab-PCR sebanyak 600 per hari, RSPTN Udayana 2 alat dengan kemampuan uji Swab-PCR sebanyak 200 per hari dan Warmadewa 1 alat dengan kemampuan uji Swab-PCR 60 per hari).

"Kondisi ini mengharuskan pihak tenaga medis di rumah sakit menerapkan sistem priority (mengutamakan) bagi pasien dalam perawatan karantina, ODP, PMI dan ABK yang baru datang serta pelaku perjalanan yang bersifat emergency/ kedinasan," terangnya.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here