Tumpukan Pipa Tutup Trotoar, Proyek Pemasangan Kabel PLN Disorot Warga - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

Post Top Ad

Responsive Ads Here

4/8/20

Tumpukan Pipa Tutup Trotoar, Proyek Pemasangan Kabel PLN Disorot Warga


Badung, dewatanews.com - Proyek pemasangan saluran kabel tegangan menengah (SKTM) milik Perusahaan Pembangkit Listrik Negara (PLN) di ruas Jalan Mengwitani-Batas Kota Denpasar, tepatnya di Kelurahan Kapal, Badung disorot warga. Pasalnya, tumpukan material pipa menutup penuh badan trotoar sehingga mengganggu hak pengguna jalan. 

Pekerjaan juga nampak dilakukakan saat jam ramai, nampak tidak ada petugas yang mengatur lalu-lintas kendaraan. Material pipa yang diletakan di atas trotoar juga tanpa proteksi (pengganjal) untuk menghalau agar pipa tidak menggelinding ke tengah jalan dan membahyakan pengendara yang melintas di lokasi tersebut.

Menurut warga yang tidak ingin desebutkan namanya, tumpukan material pipa sudah ada sejak beberapa harian dibiarkan pihak rekanan kontraktor. Warga mengaku, ketika lewat jalur trotoar harus turun ke jalan raya untuk berjalan kaki. 

Arus kendaraan jalan raya ini juga dikatakan tergolong ramai dan sering macet pada jam tertentu. "Sudah sekitar beberapa harian-lah di sana (pipa, red)," ungkap sumber tersebut, Selasa (7/4 ).

Terkait kondisi itu, penanggungjawab lapangan, Rony dari PT SKJA yang merupakan salah satu rekanan PLN mengatakan bahwa pemanfaatan trotoar dikatakan sudah ada izin.

"Kita sudah kordinasi mas, kalau untuk badan trotoar itu kordinasi antar instansi terkait (PLN dan BPJN, red). Kita dizinkan memakai sampai proyek selesai. Yang jelas , semua sudah dilakukan," terang Rony.

Sementara itu, menurut salah satu mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XIII Bali, Nyoman Yasmara megatakan, memang tidak dibenarkan menutup penuh badan trotoar karena itu merupakan hak bagi pejalan kaki.

"Kalau ada galian, pemanfaatan bagian jalan harus izin ke Balai (BPJN). Kalau menutup trotoar secara penuh tetap tidak diperbolehkan karena fungsi trotoar untuk pejalan kaki," tegasnya.

Sementara itu, Adit selaku Quality Control PLN Bali, dikonfirmasi hal tersebut, melalui pesan Whatsapp mengatakan akan menanyakannya kepada pelaksana lapangan. "Baik Pak. Coba saya tanyakan pelaksana," tulisnya dalam pesan singkat whatsapp. (DN - Bdi)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here