Pandemi Covid-19, Dupa Dewi Bulan Kesulitan Pemasukan - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

Post Top Ad

Responsive Ads Here

4/29/20

Pandemi Covid-19, Dupa Dewi Bulan Kesulitan Pemasukan


Denpasar, dewatanews.com - Pandemi Covid-19 ternyata berpengaruh besar terhadap lesunya perekonomian di Bali. Dimana hal tersebut juga di alami oleh para pengusaha, dan salah satunya pengusaha Dupa Dewi Bulan. 

Sebelum Covid-19 melanda, bisnis dupa omzetnya bisa dikatakan meningkat. Namun sekarang justru dirasakan sangat memprihatinkan, sebab omzet pendapatan jauh di bawah harapan. 

"Belum lagi mendapat tekanan terkait menggaji karyawan yang jumlahnya puluhan orang. Karyawan dari pengepul, pengepak, dan lainya," ujar pemilik Dupa Dewi Bulan, I Made Sukanta, Rabu (28/4).

Menurutnya, omzet penjualan tidak hanya dirasakan dampaknya pada saat mulai munculnya Covid-19, namun dampak penurunan omzet sudah dirasakan pada saat krisisnya ekonomi serta juga dipengaruhi oleh tingginya jumlah pesaing atau pemain baru yang menggeluti bisnis dupa.

"Apalagi kecendrungan masyarakat lebih memilih dupa dengan kualitas rendah, dengan harga murah," ucapnya.

Pemilik Dupa Dewi Bulan  yang beralamat di  Jalan Seroja Perumahan Nindia Indah No. 1 Denpasar ini menggeluti banyak usaha. Selain di bisnis dupa juga mengembangkan sayapnya di penyewaan tenda, dekorasi, meja-kursi, dan juga kos-kosan.

"Kemudian, untuk merek Dupa Dewi Bulan ini yang di jual ada berbagai macam diantaranya dupa kotak, dupa cina, dupa pepelan hingga dupa lilin yang tahan 5 jam lamanya," terangnya.

Lanjutnya, karena Covid-19 ini justru membuat kondisi bisnis dupa mengalami penurunan cukup tajam akibat anjloknya permintaan dupa di pasaran. 

"Semoga saja Covid-19 bisa cepat berlalu, dan bisa kembali memulihkan keadaan. Kalau sekarang saat Covid-19 tetap beroperasi, penjualan paling tidak hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan dapur semata," imbuhnya.

Ditambahkan, bahan dupa dari impor dan local berkualitas tinggi. Bahkan dengan minyak dupa yang berasal dari bahan bunga tulip, cempaka, jempiring, lotus dan lainya yang menjadikan dupa tambah harum dan wangi.

"Sebenarnya melakoni usaha bisnis dupa ini adalah untuk membantu masyarakat Bali juga. Dimana kebutuhan akan dupa sangat di utamakan sekali oleh masyarakat terutamanya dalam kelengkapan upacara persembahyangan," tambahnya. (DN - Bdi)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here