Ratusan Ekor Babi di Penggemukan PT. ABS Desa Bila Mati Terserang Virus - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

Post Top Ad

Responsive Ads Here

2/24/20

Ratusan Ekor Babi di Penggemukan PT. ABS Desa Bila Mati Terserang Virus


Buleleng, Dewata News. Com - Wabah virus babi masih terjadi di Buleleng, kini menyerang ratusan ekor babi yang dipelihara oleh PT. ABS  di Desa Bila Kecamatan Kubutambahan. Ratusan babi mati secara mendadak. Total 116 ekor babi milik PT Anugrah Bersama Sejahtera yang mati secara mendadak, sejak sepekan lalu. Dari 116 ekor babi yang mati terdiri dari 49 ekor induk babi, 6 ekor pejantan, 45 ekor anakan, babi guling 15 ekor, dan babi siap panen sebanyak 1 ekor. Babi yang mati langsung dikubur agar tidak terus tertular pada yang lainnya. pengawas PT ABS Desa Bila, Nyoman Suardana  mengaku dari total 1800 lebih ternak babi yang dimiliki sudah ratusan yang mati dan pihaknya sudah terus melakukan penyemprotan desinfektan. 

Pihaknya juga menambahkan,  kematian ratusan ekor babi ini terjadi sejak sepekan lalu. Ciri - cirinya hampir sama dengan kejadian kematian babi lainnya. Hingga hari ini Senin (24/2) masih terdapat babi yang mati dan langsung dikuburkan. 

“Awalnya tanggal 18 februari ada yang mati, terus berlanjut hingga sekarang. Babinya tiba-tiba tidak mau makan, lemas lalu mati. Babi yang mani pertama itu indukan dulu terus baru ke babi-babi lain, kayak celeng guling, anakan dan pejantannya” ucapnya. 


Suradana juga mengatakan, dengan terjadinya serangan wabah virus babi ini, pihaknya telah melaporkan kondisi yang terjadi kepada Dinas Pertanian Buleleng, dan rencananya akan dikirimkan tim dari Balai Besar VET Denpasar untuk pengambilan sample guna dilakukan  penelitian. 

Sementara itu camat kubutambahan, Made Suyasa mengatakan agar warga sekitar tidak resah dari kejadian tersebut karena merupakan musibah. Pihak pemerintah setempat juga telah meminta kepada perusahaan untuk segera mengubur babi yang mati agar tidak menjadi meluas. 

“Kami terima laporan dari Perbekel Desa Bila, lalu kami minta kepada perbekel untuk melaporkan di dinas terkait dan menghimbau warganya untuk tidak resah, pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kasus kematian babi ini” ungkapnya. (DN - KOP)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here