Beasiswa Miskin Perlu di Prioritaskan di Dwijendra - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 350)

2/6/20

Beasiswa Miskin Perlu di Prioritaskan di Dwijendra


Denpasar, Dewata News. Com - Ketua Yayasan Dwijendra, Dr. I Ketut Wirawan, SH, M.Hum mengatakan bahwa masih banyak siswa yang kurang mampu ingin bisa mengenyam pendidikan di Dwijendra, namun orang tua siswa tersebut masih kesulitan biaya.

"Ini yang kedepanya akan diprioritaskan lewat bantuan beasiswa kurang mampu (miskin) bekerjasama dengan Prebekel. Paling tidak nantinya bisa dibantu lewat dana desa," ujarnya, Kamis (6/2).

Dikatakan, mendengar sampai ada siswa yang sampai tidak menerima ijasah atau tidak bisa mengikuti ujian pada pelaksanaan ujian dengan alasan tidak ada biaya. Pastinya membuat Yayasan merasa iba dengan kondisi seperti itu. 

"Makanya kami di Yayasan punya rencana untuk kedepanya bisa memprioritaskan beasiswa kepada anak kurang mampu dengan tujuan agar ijasah mereka tidak tertahan atau bisa mengikuti ujian seperti biasanya," terangnya.

Lanjut Ketut Wirawan, walau mereka tinggal di Kota seperti di Kota Denpasar belum tentu nasib mereka sama dengan yang lainya. Apalagi dengan kondisi zaman sekarang yang dirasakan persaingan ekonomi yang begitu ketatnya dan kerasnya, pastinya kemiskinan itu ada. Disinilah peran selaku Ketua Yayasan untuk bisa ikut memperjuangkan nasib para siswa kurang mampu lewat bantuan beasiswa. Paling tidak para siswa yang kurang mampu ini bisa terus mengenyam pendidikan dengan baik. 

"Apalagi saya juga sudah berkondisi dengan salah satu Prebekel Desa Sumerta Jauh, I Wayan Swntana untuk ikut memperjuangkan warga yang kurang mampu yang ada di lingkungannya untuk bisa nantinya dibantu beasiswa. Supaya para siswa yang kurang mampu bisa tetap mengennyam pendidikan dengan baik nantinya," imbuhnya.

Ditambahkan, untuk di Dwijendra sendiri dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK sudah mulai diwajibkan bisa berbahasa Bali. Dimana pendidikan bahasa Bali sudah mulai harus dimasukan dalam mata pelajaran. 

"Begitupula dengan pendidikan bahasa Inggris juga diwajibkan sebagai mata pelajaran. Karena Bali merupakan daerah wisata, pastinya masyarakatnya harus bisa berbahasa Inggris yang baik dan benar. Semoga apa yang di programkan di tahun 2020 ini semuanya bisa terealisasi dengan baik," tambahnya. (DN - Bdi)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com