Prosesi Tawur Mesapuh Agung, Upaya Seimbangkan Isi Alam Semesta - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 350)

10/2/19

Prosesi Tawur Mesapuh Agung, Upaya Seimbangkan Isi Alam Semesta


Gianyar, Dewata News. Com - Warga Lima Desa Adat, Pengempon Pura Tirta Empul, Manukaya Let Tampaksiring, Gianyar, hari ini (02/10), menggelar prosesi Tawur Mesapuh Agung Mupuk Pedagingan, Panyegjeg Jagat dan Puja Wali Kapat.

Adalah upacara untuk membersihkan isi alam semesta dari sifat - sifat buruk dan mengembalikan pada alamnya masing-masing. Terutama di kawasan Pura Tirta Empul dan sekitarnya, ini menjadi kewajiban umat untuk melakukannya, bukan saja menjadikan kawasan pura menjadi kawasan tempat suci, namun juga sebagai obyek wisata, yang memberikan kontribusi langsung untuk warganya.

Mengembalikan Taksu Pura inipun akhirnya digelar, setelah sebelumnya 51 tahun lalu juga pernah di gelar acara serupa. I Made Mawi Arnata, Bendesa Adat Manukaya Let, Tampaksiring, Gianyar,  selain mengembalikan taksu pura, upacara ini digelar juga terkait, sebelumnya sempat dilakukan renovasi di beberapa bagian Pelinggih.

"Upacara ini digelar setelah sebelumnya sempat dilakukan renovasi di beberpa pelinggih", ungkapnya


Didukung sepenuhnya oleh warga masyarakat pengempon, pelaksanaan upacara besar ini sejatinya sudah dimulai 2 September lalu, dan akan berakhir pada 30 Oktober mendatang.

Dihadiri Wakil Gubernur Bali, Tjokorde Oka Artha Ardhana Sukawati, upacara Tawur Mesapuh Agung, menggunakan berbagaib enis hewan, seperti Kerbau, Kijang, Monyet, dan berbagai jenis hewan lainnya sebagai sarana upacara.

Dalam kesempatan yang sama,  juga dilakukan Mupuk Pedagingan di semua Pelinggih Pura yang ada dilokasi ini. Wakil Gubernur Bali, Staf Kementerian Pariwisata, Para Bupati, dan undangan lainnya,  mendapatkan kesempatan untuk ikut Mendem Pedagingan.

Tjokorde Oka Ardhana Sukawati, Tawur Mesapuh Agung, tidak hanya sebagai bentuk menyeimbangkan isi alam semesta, secara sekala atau duniawi juga merupakan upaya mempertemukan seluruh warga utamanya warga pengemong dalam sebuah prosesi.

"Ya ini tidak hanya sebagai prosesi menyeimbangkan isi alam, tetapi secara sekalai, duniawi juga sebagai upaya mengumpulkan seluruh warga pengempon", jelasnya di sela-sela acara. (DN - CiN)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com