Implementasi Segara Kerthi, Gubernur Koster Lepas Tukik di Yeh Gangga - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 350)

10/12/19

Implementasi Segara Kerthi, Gubernur Koster Lepas Tukik di Yeh Gangga


Tabanan, Dewata News. Com - Visi Pemerintah Provinsi Bali yakni “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala.

Visi tersebut dimaksudkan untuk menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama yakni alam, krama dan kebudayaan Bali berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana yang berakar dari kearifan lokal Sad Kerthi yaitu atma kerthi, wana kerthi, danu kerthi, segara kerthi, jana kerthi, dan jagat kerthi.

Untuk mengimplementasikan Segara Kerthi, Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dan Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama serta masyarakat pada Sabtu (12/10) pagi yang juga bertepatan dengan Tumpek Kandang melaksanakan pelepasan Tukik (Anak Penyu) di Pantai Desa Yeh Gangga, Tabanan.

Kegiatan yang diawali persembahyangan "Angurip Pramana Segara Kertih" dipuput oleh Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pemayun ini menurut Gubernur Koster merupakan wujud nyata pelaksanaan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yakni menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya.

"Kita hidup didunia harus menjaga keharmonisan alam Bali beserta isinya. Tidak hanya dengan manusia, tapi juga tumbuhan, hewan dan yang lainnya baik Sekala maupun Niskala," ujar Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini.

Menurut Gubernur Koster, kita sebagai Orang Bali diajarkan oleh para leluhur untuk menjaga, menyayangi semua mahluk yang ada. Dikatakan Gubernur Koster, kehidupan ini diciptakan untuk sama-sama memberi manfaat. Untuk itu, kita harus menjaganya dengan baik.

"Sebelum dilepas, Tukik di upakarai terlebih dahulu. Tidak hanya dilepas begitu saja, namun agar tetap bisa bertahan hidup dialam lepas. Warisan yang baik ini akan kita jalankan dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Sehingha alam bali beserta isinya bisa terjaga dengan baik. Karena kita ketahui, Orang bali diajarkan oleh leluhur untuk menyayangi semua yang ada didunia. Kehidupan ini diciptakan sama-sama memberi manfaat. Untuk itu kita harus kelola isi kehidupan ini dengan baik," ungkapnya.

Ditambahkan Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini, fokus kebijakan Pemerintah Provinsi Bali saat ini yakni menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali dengan menata fundamental pembangunan Bali secara komprehensif. Beberapa kebijakan telah dikeluarkan seperti halnya telah dikeluarkannya Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

"Banyak regulasi yang saya susun untuk menunjang kesucian dan kebersihan alam Bali ini. Salah satunya, terkait pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai, sedotan dan styrofoam yang tertuang dalam Pergub Nomor 97 tahun 2018. Sejak dicanangkan, Pergub yang pertama ada di Indonesia ini mendapatkan banyak apresiasi dan respon positif dari berbagai daerah. Bahkan dunia internasional," imbuhnya. 

Untuk itu, Gubernur Koster mengajak masyarakat untuk ikut menjaga alam beserta isinya agar Bali tetap bersih, indah dan metaksu. (DN - NgR)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com