Wabup Sutjidra Komitmen Buleleng Bebas Narkoba. Mungkinkah? - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 350)

9/15/19

Wabup Sutjidra Komitmen Buleleng Bebas Narkoba. Mungkinkah?


Dalam rangka mewujudkan Buleleng sebagai kawasan yang bebas dari narkoba, Pemkab Buleleng bekerjasama dengan BNN Kabupaten Buleleng terus menggencarkan sosialisasi bahaya narkoba.

Bahkan, BNNK Buleleng dibawah komando AKBP Gede Astawa, SH dengan Penyidik Kompol Putu Aryana telah melakukan tindakan represif dengan melakukan penangkapan terhadap pelaku Narkoba.

Seperti proses penggerebegan yang dilakukan terhadap seorang pelaku Dek Wan, diebuah rumah kost di kawasan Sudamala, Banyuasri, Singaraja, beberapa waktu lalu. 

Tidak tanggung-tanggung barang bukti yang diamankan BNN Kabupaten Buleleng, yakni 17 paket dari puluhan gram sabu-sabu, sehingga dikategorikan sebagai pengedar dan dijerat pasal untuk pelaku pengedar.

Keberhasilan BNN Kabupaten Buleleng merupakan "pukulan" bagi jajaran Satuan Resnarkoba Polres Buleleng. 

Terendusnya pengedar di Banyuasri yang berakhir penangkapan itu ditengarai masyarakat sebagai "persaingan" dengan pengedar besar di Kota Singaraja?

Konon peristiwa penangkapan ini berbuntut dimutasikan Kasat Resnarkoba Polres Buleleng oleh Kapolda Bali Irjen Pol Dr. Petrus R.Golose sebagai Pama di Ditbinmas Polda Bali. Jabatan yang ditinggal AKP Ketut Suparta, SH oleh Kapolda dipercayakan kepada AKP              yang saat ini masih menjabat Kapolsek Petang, Polres Badung.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG menyatakan, akan terus berkomitmen mewujudkan Kabupaten Buleleng bebas narkoba melalui berbagai langkah seperti kegiatan tes urine, sosialisasi dan pembinaan-pembinaan yang dimulai dari lingkungan kerja Pemkab Buleleng.

Tentu selanjutnya akan menyasar masyarakat Kabupaten Buleleng, khususnya generasi muda.

"Menurut pantauan, saat ini semakin marak-maraknya para anak-anak muda, baik laki maupun perempuan yang berkeliaran sampai lewat malam untuk mencari jati dirinya dengan cara-cara tidak jelas, seperti coba-coba, karena rasa ingin tahu, sehingga mereka sangat rawan terjebak ke dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba", tandas I Nyoman Sutjidra.

Karena itulah, Sutjidra mengajak segenap lapisan masyarakat, khususnya para orang tua dan guru untuk lebih peduli dan peka akan fenomena penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang makin marak di Kabupaten Buleleng. 
Kondisi tersebut dikawatirkan akan memicu meningkatnya angka kriminalitas di Kabupaen Buleleng.

Kalangan masyarakat menyangsikan komitmen orang nomor dua di Buleleng, asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan itu.

Kenapa? Selama pengedar besar dengan ''tangan-tangannya" masih leluasa melayani konsumen,  karena atensi besar kepada oknum aparat, sehingga Buleleng tidak Bebas Narkoba! 

Menurut CNN, bahwa satu gram sabu di China Rp.20 .000 dan sampai Jakarta Rp.1,5 Juta. (DN - TiR).--

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com