Tiga Kawasan Jembrana Bisa Jadi Destinasi Wisata - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

9/4/19

Tiga Kawasan Jembrana Bisa Jadi Destinasi Wisata


Denpasar, Dewata News. Com - Sebagai anggota DPRD Bali yang baru saja dilantik dengan masa jabatan lima tahun priode 2019-2024,  DR.IGA. Diah Werdhi Srikandi WS, SE, MM, Selasa (3/9) mengatakan masih banyak persolan yang masih belum tertangani dengan baik di Kabupaten Jembrana yang sekaligus menjadi daerah dapil pemilihanya yakni masalah abrasi sungai, pantai dan banjir.

Diah Srikandi yang sempat menjabat sebagai anggota DPRD Bali di komisi III sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) tahun 2016  sudah terus berupaya untuk bisa mengentaskan masalah tersebut. Karena soal  abrasi sungai, pantai dan banjir semua wewenang ada di Pemerintah Pusat.

"Masalah abrasi ini sudah bertahun-tahun terjadi di Kabupaten Jembrana, bahkan saya di DPRD sudah terus memperjuangkan hal tersebut sesuai dari penyerapan aspirasi masyarakat yang diterima selama ini," terang mantan Rektor Universitas Mahendradatta.

Lebih jauhnya, selama sempat menjabat  sebagai anggota DPRD Bali sejak 2016 lalu, pihaknya sudah mengawal dan memperjuangkan tiga aspirasi perbaikan sandaran sungai yang jebol ke Pemerintah Pusat, dan sudah mendapat bantuan.

"Bantuan yang sudah berhasil dikawal  yang sudah dialokasikan oleh Pemerintah Pusat ada tiga lokasi yakni di Samlong dan Sangkar Agung yang dulu hampir runtuh berhasil kita kawal sampai perbaikan. Kemudian Yeh Embang Kangin saat dilantik PAW tahun 2016, yang mana kala itu bantuan dananya turun tahun 2017," ucapnya.

Kemudian, program lanjutan yang akan diperbaiki yakni di Sungai Kuning yang saat ini tengah menunggu anggaran dari Pemerintah Pusat. Bahkan usulan perbaikan untuk Sungai Kuning sudah disampaikan oleh masyarakat ke Balai Wilayah Sungai (BWS) yang memiliki kewenangan pengerjaannya pada tahun 2018 lalu.

"Selanjutnya yang perlu juga diperbaikan yakni Yeh Kuning, Mendoyo Dauh Tukad dan Subak Mertasari. Mengenai BWS adalah mitra dari komisi 3. Terkait hal tersebut, saya sendiri sudah kirim surat ke BWS. Jadi apa yang sudah disampaikan masyatakat ke BWS tentu sepenuhnya akan dikawal," imbuhya.

Dijelaskan, karena ini sudah dari tahun 2018 tentu akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan Kepala Balai. Kalau ditanya dari segi anggaran dirasakan masih belum ada anggaran. Agar cepat bisa mengawalnya tentu komisi yang kembali dipilih adalah komisi III agar bisa memfollow up semua itu.

Selanjutnya, masalah kekeringan dan pengembangan pariwisata yang terjadi di Kabupaten Jembrana. Untuk yang kekeringan ini tengah dibahas, sebab biaya yang dibutuhkan akan banyak sekali, dan juga untuk daerah-daerah yang sulit air kita akan perjuangkan yang sudah masuk dalam  program," jelas Srikandi kelahiran Denpasar 1982 silam ini.

Ditambahkan, terkait pariwisata, pihaknya akan menggandeng Forum Komunikasi Desa Wisata (Forkom Dewi) untuk melakukan penjajakan melihat potensi destinasi wisata di Kabupaten Jembrana yang bisa dikembangkan. Untuk saat ini setidaknya ada 3 destinasi pariwisata yang bisa lebih dikembangkan yakni Puncak JR, Batu Belah Dewasana yang ada air terjun dan Kebun Tani Suka Damai yang ada di Pekutatan dengan sektor pertanianya. (DN - Bdi)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com