Cegah ”Stunting” di Buleleng, Wabup Sutjidra Minta Perbekel Alokasikan Dana Desa - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

9/20/19

Cegah ”Stunting” di Buleleng, Wabup Sutjidra Minta Perbekel Alokasikan Dana Desa


Buleleng, Dewata News. Com — Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra,Sp.OG menghimbau kepada Perbekel Desa Tajun dan seluruh Perbekel di Kabupaten Buleleng, agar mengalokasikan dana untuk kesehatan, terutama untuk program penekanan kasus ”stunting” di Desa Tajun. 

Wabup Sutjidra saat menghadiri acara Penilaian Kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan tingkat Kabupaten Buleleng tahun 2019 dengan sasaranKesatuan Gerak PKK Desa Tajun sebagai ”duta” Kecamatan Kubutambahan,.Jumat (20/09) mengaku, pihaknya selalu melakukan sosialisasi tentang stunting di setiap kegiatan kesehatan yang diselenggarakan oleh Pemkab Buleleng.

Untuk diketahui, bahwa kasus penyandang stunting di Kabupaten Buleleng masih tergolong cukup tinggi, sehingga Pemkab Buleleng terus berupaya menekan kasus ”stunting” tersebut. 

Seperti diketahui, kasus ”stunting” adalah gangguan tumbuh kembang yang menyebabkan anak memiliki postur tubuh pendek, jauh dari rata-rata anak lain di usia sepantaran. Tanda-tanda ”stunting” biasanya baru akan terlihat saat anak berusia dua tahun.

Dari data yang ada menyebutkan, bahwa pada 2015 di Kabupaten Buleleng menunjukkan angka ”stunting”, yaitu 25,3 persen, pada 2016  - 24,2 persen, dan pada 2017 meningkat menjadi 29 persen. Tahun 2019 ini di Kabupaten Buleleng terdapat 10 desa atau lokus penyandang ”stunting”.

Menurut Wabup I Nyoman Sutjidra, Pemkab Buleleng telah menangani masalah ”stunting” sejak tahun 2017 dengan melibatkan seluruh elemen termasuk stakeholder dengan melakukan deteksi dini serta mengedepankan peran posyandu yang tersebar di 148 desa. Dengan demikian, hingga kini penderita stunting hanya tercatat 34 orang atau 28 % dan terus akan ditekan dengan mengintensifkan program Indonesia sehat.

Menurut Wabup Sutjidra, penekanan penyandang ”stunting” bisa dilakukan dengan pencegahan dini, mulai dari konseling kesehatan remaja yang dilakukan oleh petugas kesehatan desa yang menjadi lini terdepan untuk mendeteksi dini kesehatan janin dan bayi yang sudah lahir,” jelasnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Tajun Gede Ardana mengatakan, Desa Tajun bersih dari penyandang ”stunting” karena pihaknya sudah melakukan pencegahan sejak dulu, mulai dari kegiatan Posyandu, dan kegiatan kesehatan lainnya. Dengan adanya aturan Pemerintah tentang dana desa tahun 2020 yang harus menyisihkan 30 persen untuk pencegahan ”stunting”, Ardana mengatakan akan lebih serius lagi memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

”Dana tersebut akan kami alokasikan untuk menyiapkan makanan tambahan yang lebih berkualitas, penyiapan bidan desa yang lebih banyak. Bila perlu kami akan membuat poliklinik desa yang akan dikelola oleh BUMDes, sehingga faktor kesehatan utama sebagai upaya menciptakan SDM yang baik dan berkualitas,” ujarnya. (DN ~ TiR).—

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com