Menjadikan ”Landmark” yang Ikonik, Bupati Akan Perluas TMP Curasthana - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

8/16/19

Menjadikan ”Landmark” yang Ikonik, Bupati Akan Perluas TMP Curasthana


Buleleng, Dewata News. Com —  Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST berencana untuk memperluas Taman Makam Pahlawan (TMP) Curastana, Singaraja. ”Perluasan ini dilakukan dengan memindahkan Gedung Wanita Laksmi Graha”, kata Bupati PAS sapaan akrab Putu Agus Suradnyana usai kegiatan tatapmuka denganVeteran serangkaian peringatan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI di Lobi Athiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Rabu sore (14/08)..

Menurut Bupati PAS, perluasan ini telah direncanakan dengan melihat kemampuan anggaran yang ada. Gedung Wanita Laksmi Graha direncanakan akan digeser ke kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sementara gedung Wanita yang sering digunakan sebagai gedung pertemuan tersebut nantinya akan dijadikan taman untuk memperluas dan mempercantik TMP Curasthana. 

"Gedung Wanita Laksmi Grakan akan dibangun di areal kantor Satpol PP. Kami masih pikirkan dimana kantor Satpol PP selanjutnya. Mungkin bisa di Rumah jabatan Pimpinan DPRD Buleleng jadikan kantornya," jelasnya.

Perluasan ini direncanakan, menurut Bupati PAS agar nilai sejarah pada TMP tersebut bisa lebih terlihat. Dibandingkan saat ini, TMP Curastana masih seperti "tersembunyi". Kesannya hanya dilihat pada kegiatan Renungan Suci dan sebagainya. Setelah diperluas, masyarakat bisa lebih leluasa untuk berziarah. Bahkan, bisa menjadi ”landmark” yang ikonik. "Di luar negeri, TMP yang ada itu ikonik. Orang kesana untuk melihat sejarah yang ada. Kami masih hitung anggarannya. Kalau bisa tahun depan," ungkap Bupati PAS..

Sementara itu, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Buleleng, Wayan Suwanda, BA menyebutkan, tidak banyak yang diharapkan para veteran dari pemerintah dan generasi masa kini. Ia hanya meminta jangan sampai generasi yang sekarang melupakan perjuangan para pahlawan untuk merebut kemerdekaan. Dulu para pejuang menuntut kemerdekaan, namun setelah merdeka para pejuang atau pahlawan menyerahkan kepada generasi penerus bangsa. 

"Penerus bangsa inilah yang harus mengisi kemerdekaan. Khususnya kaum millenial. Jangan sampai mereka tidak bisa membedakan antara jaman dulu dan jaman sekarang. Jangan sampai mereka melupakan bagaimana beratnya perjuangan para pejuang dulu untuk merebut kemerdekaan," ujartnya. 

Sosok Veteran yang sudah berusia 94 tahun asal Desa Penuktukan, Tejakula ini menyebutkan, terdapat 307 pejuang dari Kabupaten Buleleng. Jumlah tersebut merupakan hasil pencatatan dari tahun 1945 sampai dengan 1949. Jika memungkinkan, akan dibuatkan catatan yang lengkap mengenai para pejuang. Umpamanya ada pejuang gugur, tahun berapa, kenapa bisa gugur dan gugurnya dimana. 

"Ini sebagai catatan agar para penerus bisa mengenang jasa para pejuang. Dari catatan kami, ada 19 pertempuran yang ada di Buleleng," kata Wayan Suwanda. 

Ketika gelaran Bulfest VII-2019 di malam kedua Wayan Suwanda di antar putranya ketiga dan menantu sempat bertemu dengan Dewatanews.com sambil menikmati kopi hitam dari lapak warung di halaman rumah jabatan bupati Buleleng. (DN ~ TiR).—

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com