Dr.Made Metera: Transformasi Ekonomi Pertanian Bali - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 350)

5/9/19

Dr.Made Metera: Transformasi Ekonomi Pertanian Bali


Ditengarai Dr.Drs.Gede Made Metera, M.Si bahwa ekonomi pertanian Bali sebenarnya sudah bertransformasi menjadi ekonomi berbasis pariwisata sejak pertengahan dasawarsa 1980-an yang oleh para ekonom Bali disebut sebagai lompatan ekonomi Bali.

Disebut lompatan ekonomi, menurut Rektor Universitas Panji Sakti di Singaraja ini, karena perubahan ekonomi Bali terjadi dari ekonomi berbasis pertanian (primer), tidak ke ekonomi berbasis industri (sekunder), tetapi langsung ke ekonomi berbasis pariwisata (tersier).

"Kalau perubahan ekonomi Bali betul-betul dicermati, dilihat per kabupaten, sebenarnya transformasi dari ekonomi berbasis pertanian ke ekonomi berbasis pariwisata hanya terjadi di kabupaten Badung, kota Denpasar, dan kabupaten Gianyar", jelas pengamat sosial ini.

Namun, menurut akademisi yang sering dipanggil pak Prof ini, karena kontribusi sektor pariwisata sedemikian besar, terutama dari kabupaten Badung, sehingga berpengaruh terhadap struktur ekonomi Bali menjadi ekonomi berbasis pariwisata.

Sebagai pengamat yang sering menjadi narasumber di berbagai workshop dan sejenisnya, Made Metera melihat struktur ekonomi enam kabupaten lainnya di Bali sebenarnya masih berbasis pada sektor pertanian. "Artinya, kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih menduduki posisi paling besar di antara sektor lainnya", jelasnya.

Karena itu, lanjut Made Metera, bercermin pada pengalaman kerentanan sektor pariwisata dari pengaruh luar yang pernah terjadi misalnya pengaruh perang Teluk, pengaruh isu kolera yang dihembuskan dari luar, dan pengaruh bom Bali berjilid-jilid yang dilakukan orang luar yang menyebabkan pariwisata Bali dan tentu saja ekonomi Bali terpuruk, maka perlu alternatif transformasi ekonomi Bali, selain menuju ekonomi berbasis pariwisata, terutama untuk kabupaten di luar Badung, Denpasar, dan Gianyar.

Alternatif yang mungkin dikembangkan, menurut Made Metera, adalah basis ekonomi pada sektor pertanian pada enam kabupaten tidak mesti dikembangkan menuju ekonomi berbasis pariwisata mengikuti Badung, Denpasar, dan Gianyar. Tetapi dikembangkan menjadi ekonomi berbasis agroindustri, baik industri hilir maupun hulu pertanian, dan didukung oleh pengembangan sektor perdagangan serta sektor lainnya.

Metera juga memprediksi, bahwa pengembangan agroindustri di Bali sebenarnya sangat memungkinkan, karena selama ini produk pertanian Bali, setelah panen langsung masuk pasar tanpa melalui pengolahan yang berarti.

Agroindustri hilir akan dapat memberi nilai tambah bagi produk pertanian, memperpanjang masa simpan produk pertanian, dan membuka lapangan kerja.

Bahkan, agroindustri hulu dapat menghasilkan faktor-faktor produksi pertanian yang selama ini petani Bali tergantung kepada pihak luar.

Pengembangan agroindustri di enam kabupaten di Bali yang saat ini masih berbasis pertanian, tidak berarti mangabaikan pengembangan pariwisata. Selama ada potensi, sektor pariwisata tetap bisa dikembangkan dengan didukung dan dikaitkan dengan sektor pertanian dan industri serta sektor lainnya.

Dengan demikian ekonomi Bali akan menjadi ekonomi yang sinergis antara pertanian, pariwisata, dan industri. Dan dapat terjadi kemudian transformasi ekonomi Bali tidak hanya dari ekonomi berbasis pertanian menuju ekonomi berbasis pariwisata. Tetapi juga ada alternatif menuju ekonomi berbasis agroindustri. Bisa jadi transformasi dinamis. 

"Kalau pariwisata booming, maka akan menjadi ekonomi berbasis pariwisata. Kalau pariwisata lesu, ekonomi bisa ditopang oleh agroindustri. Demikian seterusnya", imbuhnya. (DN - TiR).--

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com