Bantu Pasang Pipa Paralon di Perairan Laut Desa Musi, Santoso Jatuh Dari Perahu Tewas Tenggelam - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 250)

5/15/19

Bantu Pasang Pipa Paralon di Perairan Laut Desa Musi, Santoso Jatuh Dari Perahu Tewas Tenggelam


Buleleng, Dewata News. Com - Ketika melakukan pekerjaan pemasangan pipa paralon di perairan laut Desa Musi, Kecamatan Gerokgak bersama rekan kerja, Santoso tewas tenggelam.

Peristiwa naas di wilayah perairan laut itu terjadi pada hari Senin (13/05), seperti diungkapkan Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya, Rabu  malam (15/05).

Identitas korban sesuai KTP, Santoso (45) alamat tetap Minbo Plausan, RT 001/ RW 003 Desa Sumberanyar, Kec. Banyuputih, Kab. Situbondo.
Alamat sementara Banjar Dinas Gondol, Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak.

Pada saat dilakukan pemeriksaan medis di Puskesmas Gerokgak 1, tubuh korban masih dalam keadaan lemas,  menggunakan baju koas loreng merah putih, celana pendek biru dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Sebelum peristiwa tragis itu terjadi, korban bersama Hasan  Basri (44) alamat Banjar Dinas Gondol, Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, bekerja memasang pipa paralon di laut untuk menyedot /mengalirkan air laut ke tambak krapu milik Kevon Hamdani (32) alamat Banjar Dinas Musi, Desa Musi, Kecamatan Gerokgak.

Pekerjaan pemasangan pipa paralon di laut tersebut dilakukan oleh korban bersama Hasan Basri,  karena disuruh oleh Abdul Mukit (45) alamat Banjar Dinas Musi, Desa Musi, Kec. Gerokgak.

Jarak dari bibir pantai ke tengah laut tempat pemasangan pipa sekitar 50 meter, dan saat bekerja Hasan Basri melakukan penyelaman untuk memasang pipa dengan menggunakan alat bantu pernapasan berupa selang yang dihubungkan ke mesin kompresor. Sementara korban yang tidak bisa menyelam berada diatas perahu sampan.

Sekitar pukul 10.00 Wita saat Hasan Basri naik kepermukaan air laut,  namun tidak melihat korban yang sebelumnya ada di atas perahu, tetapi melihat ada selang alat bantu pernapasan sudah terhubung dengan mesin kompresor mengapung diatas air laut. Selanjutnya Hasan Basri 44mencari keberadaan korban dengan menyusuri selang tersebut dan menemukan korban mengambang tidak sadarkan diri. Bllertepatan dengan itu, ada speed boat Mutiara Cbendana melintas, kemudian Hasan Basri minta tolong untuk membawa korban ke darat dan selanjutnya dibawa ke Puskesmas Gerokgak 1. 

PSetelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia. 

Istri dan keluarga korban telah mengikhlaskan kematian korban, dan menolak untuk dilakukan otopsi, karena sudah yakin, bahwa kematian korban karena kecelakaan tenggelam di klaut pada saat bekerja memasang pipa. (DN - TiR).--

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com