Perhelatan Pemilu 2019, ASN di Buleleng Jaga Malam - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 250)

4/17/19

Perhelatan Pemilu 2019, ASN di Buleleng Jaga Malam


Buleleng, Dewata News. Com — Menjaga kondusifitas pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, di samping merupakan tugas pokok TNI/Polri beserta pengamanan swakarsa lainnya, juga dipandang perlu dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN). Oleh karena itu, Pemkab Buleleng melakukan jaga malam di seluruh SKPD, termasuk BUMD hingga tingkat Kecamatgan dan Desa/Kelurahan mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi menjelang pesta demokrasi  tersebut. 

Giat jaga malam ini sudah dilakukan sejak tanggal 13 April 2019 dan akan berakhir pada tanggal 20 April 2019. Dalam jaga malam tersebut, masing-masing Pimpinan SKPD menugaskan sedikitnya sepuluh pegawai secara bergantian setiap harinya untuk melakukan jaga malam. Jaga malam dimulai dari jam 19.00 Wita sampai pagi jam 05.00 Wita. Khusus untuk pegawai yang mendapatkan tugas jaga malam akan mendapatkan dispensasi keesokan harinya tidak melakukan tugas kantor seperti biasanya.

Himbauan jaga malam ini, diintruksikan oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST melalui Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Kabupaten Buleleng Putu Karuna,SH yang tertuang dalam Surat No. 300/922/IV/BKBP/2019. Himbauan jaga malam juga ditujukan untuk Pimpinan BUMD, Camat, dan Kepala Desa.

Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Kabupaten Buleleng Putu Karuna,SH mengatakan, himbauan ini merupakan perintah langsung dari Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST. Putu Karuna menegaskan, inisiatif dari Pemkab Buleleng ini merupakan kewajiban bagi Pegawai lingkup Pemkab Buleleng, karena keamanan adalah tanggungjawab bersama. 
perlu untuk ditingkatkan.

”Walaupun selama ini di Buleleng relatif aman, tapi kita harus tetap waspada untuk mengantisipasi perbuatan negatif dari pihak yang tidak bertanggung jawab”, jelasnya di Singaraja, Rabu (17/04).

Putu Karuna berharap, tragedi pembakaran kantor yang terjadi pada tahun 1999 tidak pernah terjadi lagi. ”Saat tragedi tahun 1999 kita lalai, sehingga terjadilah pembakaran kantor itu. Tentunya kita semua tidak mau semua itu terjadi lagi”, katanya berharap. (DN ~ TiR).—

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com