Gek Diah Srikandi: 30 Persen Kuota Prempuan Untuk Jembrana Harus Dikuasai - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

2/15/19

Gek Diah Srikandi: 30 Persen Kuota Prempuan Untuk Jembrana Harus Dikuasai


Jembrana, Dewata News. Com - Undang-undang Pemilu menyatakan kalau kuota 30 persen harus bisa dikuasi perempuan dalam Pemilu Legeslatif (Pileg) 17 April 2019. Apalagi perempuan sudah dirasakan memiliki potensi dan peran yang besar dalam memajukan pembangunan. Saatnya perempuan harus hadir dalam berbagai bidang pembangunan," ujar Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa, SE, MM yang akrab disapa Gek Diah Srikandi, Jumat (15/2) saat ditemui di Denpasar.

Gek Diah Srikandi yang maju mencalonkan diri ke DPRD Bali dapil Jembrana dari Partai PDI-P nomor urut 2, dengan bermotokan kerja cerdas, kerja ikhlas, san kerja tuntas ini mengatakan seharusnya upaya pemberdayaan perempuan di Jembrana menjadi prioritas utama. "Perempuan harus diberikan hak yang sama sehingga tidak terjadi lagi tumpang tindih dalam persamaan gender baik di bidang politik, adat, budaya, agama, pendidikan, dan lainya,” terangnya.

Lanjut Gek Diah Srikandi, kontribusi perempuan sebenarnya tidak kalah dengan laki-laki. Banyak perempuan yang sukses dan mandiri. Dengan bekerja sesuai skill di bidangnya, perempuan bisa mandiri dan ikut serta dalam mendukung perekonomian di keluarga. Bahkan di bidang ekonomi lainya perempuan sangat besar potensinya. “Bisa dilihat di usaha kuliner dan kerajinan salah satu contohnya, boleh dibilang banyak dilakoni kaum perempuan dan mereka pun bisa sukses,” ucapnya.

Gek Diah Srikandi menjelaskan, memang masih tidak sedikit kaum perempuan yang belum bisa berkontribusi bagi ekonomi keluarganya karena terbentur modal,  mengurus rumah tangga dan ada juga yang masih malu-malu. “Saya yakin ke depan dengan tingkat pengetahuan dan keterampilan yang terus meningkat, dan sudah tentu pula didukung lewat keterwakilan perempuan di DPRD Bali khususnya, maka akan dirasakan ada kemajuan terutamanya di bidang ekonomi," jelasnya.

Terkait  kemandirian perempuan dalam menentukan pilihan politiknya, perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki. Jadi sudah semestinya perempuan ikut berperan aktif dalam menentukan arah politik, khususnya di wilayahnya masing-masing tanpa ada diskriminasi dari pihak manapun. "Sehingga pembangunan di wilayahnya bisa berjalan seimbang dalam artian peran perempuan juga dilibatkan dan diberdayakan. Tidak boleh ada anggapan kalau perempuan itu lemah dan dianggap tidak mampu," imbuh Gek Diah Srikandi.

Ditambahkan, sebab saat ini boleh dibilang porsi dan posisi perempuan di lembaga baik itu eksekutif, legislatif maupun bidang lainnya masih sedikit. Di legislatif saja tak sampai 30 persen, meski UU memberi peluang kuota perempuan minimal 30 persen. Namun yang lolos cuma segelintir. Padahal jumlah pemilih perempuan lebih besar dari laki-laki. 

Melihat fakta yang terjadi itu, Gek Diah Srikandi mengimbuhkan kalau ke depan harus ada tekad perempuan untuk terjun lebih luas di berbagai sektor, bukan hanya sebagai pekerja biasa tapi bisa menentukan arah dan kebijakan untuk semakin mengangkat derajat dan kemandirian kaum perempuan. “Memang ini bukan perjuangan yang ringan. Tapi saya yakin dengan tekad, semangat dan kerja keras, perempuan dengan kekuatannya yang besar bisa berbuat lebih untuk kaumnya, daerah dan bangsanya,” tambahnya. (DN - Bdi)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com