Pemkab Buleleng ”Ngaturang Penganyar” di Pura Dasar Bhuana Gelgel - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

1/9/19

Pemkab Buleleng ”Ngaturang Penganyar” di Pura Dasar Bhuana Gelgel


Klungkung, Dewata News. Com —Serangkaian Upacara Karya Agung Panca Wali Krama Pura Dasar Bhuana Gelgel, Pemkab Buleleng melalui Asisten II Setda Buleleng Ni Made Rousmini beserta Pimpinan SKPD terkait menghaturkan "Penganyar" pada hari Selasa (08/01).

Mengingat karya serupa dalam bentuk Homa Yadnya pernah dilaksanakan sekitar 500 tahun silam ketika zaman Ida Dalem Waturenggong. Kala itu dipuput oleh Danghyang Nirartha dan Danghyang Astapaka. Kali ini, karya serupa digelar dengan anggaran sekitar Rp6 miliyar.

Selain menghaturkan "Penganyar”, Asisten II Setda Buleleng Ni Made Rousmini juga menyampaikan dana punia diterima Panitia Upacara Karya Agung Panca Wali Krama Pura Dasar Bhuana Gelgel.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa Homa Yadnya sekitar 500 tahun silam itu tertuang dalam sejarah Pura Dasar Bhuana Gelgel. Namun tak dirinci rentetan upacaranya. Yang pasti, setelah sekitar 5 abad, upacara serupa belum pernah digelar lagi. Selama ini sebatas melaksanakan Karya Ngusaba Nini dan Ngusaba Jagat yang rutin tiap tahun, bertepatan pada Purnama Kapat.

Untuk  karya yang digelar kali ini adalah Karya Agung Mamungkah, Nubung Pedagingan, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, Tawur Panca Wali Krama, Mahayu Jagat, dan Marisuda Gumi. Karya ini merupakan tingkat utamaning utama, dengan menghaturkan berbagai jenis wewalungan. Di antaranya, 13 ekor kerbau dengan berbagai jenis, 13 penyu, dan berbagai jenis hewan lainnya.

“Tujuan karya mengembalikan vibrasi pura untuk menjaga keajegan Bali,” seperti dijelaskan Bendesa Adat Gelgel Arimbawa didampingi Wakil Bendesa Gelgel Jro Mangku I Wayan Suandi.

Merupakan puncak Karya Agung Tawur Panca Wali Krama, Penyejeg Gumi lan Pedanan, Pengebek, Penegteg Jagat, Piodalan dan Mapeselang di Pura Dasar Buana Gelgel  yang telah diselenggarakan bertepatan dengan Soma Kliwon wuku Kuningan, Senin (31/12) lalu.

Setelah pelaksanaan puncak karya, kemudian ngenteg linggih dan padudusan agung ini, Ida Batara Pura Dasar Buana ini katur nyejer selama sebelas hari, sebelum masineb pada 11 Januari 2019 nanti. Dilanjutkan dengan ritual meajar-ajar 14 Januari 2019. (DN ~ TiR).—

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com