Keren! Puluhan Ribu Rakyat Bali Nyatakan Perang Terhadap Narkoba dan Preman - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

9/2/18

Keren! Puluhan Ribu Rakyat Bali Nyatakan Perang Terhadap Narkoba dan Preman


Denpasar, Dewata News. Com - Banyaknya orang Bali yang terlibat kasus narkoba dan adanya aksi preman yang meresahkan masyarakat membuat Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose geram. Jenderal lulusan Akpol tahun 1988 ini mengundang masyarakat Bali dari seluruh kabupaten/kota dari berbagai kalangan dan elemen untuk menyatakan perang melawan narkoba dan premanisme. 

Kapolda Bali dalam sambutannya mengatakan, Deklarasi Anti Narkoba dan Premanisme digelar untuk menyatakan  komitmen bersama bahwa masyarakat yang hadir sepakat untuk menyatakan diri jauh dari narkoba dan memberantas segala bentuk tindakan premanisme. Mereka yang berlagak preman dan mengatasnamakan organisasi masyarakat (ormas) adalah pengecut. 

“Barang siapa saja yang berani mengancam, mengganggu ketentraman rakyat Bali, rakyat jelata termasuk institusi pemerintah, maka akan segera ditangkap. Berani ancam mengancam, berani berulah, ditunggu Petrus Golose di Supratman (Polda Bali), jangan main-main," tegas Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose yang langsung disambut riuhan tepuk tangan dari puluhan ribu peserta yang hadir dalam Deklarasi Anti Narkoba dan Premanisme di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (1/9/2018).

Menurutnya, Bali sangat rentan terhadap peredaran narkoba, dimana sering dimanfaatkan sebagai jalur keluar masuknya narkotika. Kapolda Bali memngaku sangat prihatin dengan pengungkapan kasus narkotika yang terjadi dalam tiga tahun terakhir. 

Terbukti, pada tahun tahun 2016, Polda Bali mengungkap sebanyak 925 kasus dengan tersangkanya 342 orang luar Bali, 13 orang WNA dan 652 orang pelakunya orang Bali. Kemudian tahun 2017, Polda Bali mengungkap 872 kasus dengan tersangkanya 353 orang luar Bali, 24 orang WNA dan 588 orang pelakunya orang Bali. Sedangkan sepanjang tahun 2018 ini, Polda Bali sudah mengungkap sebanyak 679 kasus, dimana tersangkanya 262 orang dari luar Bali, 15 orang WNA dan 503 orang pelakunya orang Bali.

Berdasarkan data tersebut, jenderal asal Manado ini menyimpulkan bahwa hampir 70 persen pelaku kejahatan narkoba adalah orang Bali (memiliki nama Bali) dan masih banyak orang Bali menjadi kurir narkoba. “Kami akan menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan narkoba karena ini merupakan kejahatan transnational and organized crime. Apabila ada anggota saya yang terbukti terlibat narkoba, akan saya pecat. Hal ini saya lakukan demi kepentingan kepolisian dan masyarakat Bali yang saya cintai. Jadi jangan coba-coba untuk bermain dengan narkoba di Pulau Bali,” ujarnya.


Sebelum menjabat sebagai Kapolda, pihaknya telah melakukan survey untuk mengetahui apa yang diinginkan rakyat Bali. Ternyata, hasil survei itu menyebutkan bahwa permasalahan masyarakat Bali selain narkotika adalah premanisme yang berkedok ormas. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada para prajuru banjar dan desa adat di Bali untuk ikut serta menjaga lingkungan dan warganya dari dua bidang kriminalitas tersebut. 

“Ini harus diperangi bersama, jangan dibiarkan makin parah. Segala lini, banjar, desa dan lainnya harus bersatu. Jangan hanya hukum positif, saya mengajak, mengimbau Banjar dan Desa Adat untuk memberikan sanksi misalnya kesepekang (dikucilkan) terhadap pelaku narkotika dan premanisme,” imbaunya.

Lalu, bagaimana kalau saya pindah tugas?? Kapolda menyatakan akan memberikan jaminan pada masyarakat Bali. “Pertanyaan dan kekhawatiran yang sama sempat muncul dari masyarakat, jika saya pindah bertugas dari Bali. Saya yakinkan saya jamin peperangan terhadap narkotika dan premanisme masih sama. Jangan takut!,” ucapnya.

Acara yang dimulai pukul 16.00 wita ini dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Bali, Ketua FKUB Provinsi Bali, Ketua MUDP Provinsi Bali, Penjabat Sementara Gubernur Bali, Wakil Gubernur Bali Terpilih, Kasdam IX/Udayana, Wakapolda Bali, Ketua Pengadilan Tinggi Bali, Bupati Klungkung dan Ketua Bhayangkari Daerah Bali. (DN - Bin)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com