Depresi Berkepanjangan, Wistana Nekad Gantung Diri - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 250)

7/11/18

Depresi Berkepanjangan, Wistana Nekad Gantung Diri


Buleleng, Dewata News. Com - Akibat depresi stres yang diderita tak kunjung sembuh, Nengah Wistana (51) warga Banjar Pengadengan, Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Mayat Wistana ditemukan Selasa (10/7) sekitar pukul 06.00 wita, tergantung pada kabel listrik yang tersangga di dahan pohon cengkeh.

Jasad Wistana pertama kali ditemukan tergantung oleh Ketut Widarma (40) warga setempat, di kebun milik Kadek Amika. Sontak temuan mayat itu, membuat saksi Widarma kaget.

Selanjutnya Widarma langsung memberitahu ke Wayan Sukasmi (45) warga setempat, tentang temuan mayat itu. Mereka bersama warga setempat langsung mendatangi lokasi, untuk mengecek. Saat dicek, ternyata mayat yang tewas gantung diri itu diketahui bernama Nengah Wistana.

Temuan mayat ini langsung dilaporkan ke Mapolsek Busungbiu. "Memang benar ada laporan temuan mayat. Anggota yang menerima laporan, sudah ke lokasi untuk melakukan olah TKP termasuk mengevakuasi jenazah korban. Korban ditemukan gantung diri menggunakan selendang kain warna coklat yang diikat dengan tali plastik warna biru," ungkap Kasubag Humas Polres Buleleng, AKP. Made Sri Utami Dewi, Selasa (10/7).

Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Busungbiu, lanjut Sri Utami, korban murni tewas akibat gantung diri. Sebab, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

"Tidak ada tanda-tanda kekerasan, hanya ditemukan ciri-ciri orang gantung diri. Korban tergantung, dengan jarak kaki dengan tanah setinggi 53 centimeter," jelas Sri Utami.

Dari keterangan keluarga korban diperoleh informasi, bahwa sebelum korban tewas gantung diri, korban sempat mengeluh sakit yang tak kunjung sembuh. Sehingga kuat dugaan sementara, korban nekat melakukan aksi bunuh diri lantaran depresi sakit yang diderita tak kunjung sembuh.

"Penyebab gantung diri diduga depresi karena penyakit saraf yang dideritanya sejak 2 bulan lalu tak kunjung sembuh. Sebelumnya, korban mengeluh tidak bisa tidur dan merasakan panas pada perut. Korban sering berobat tapi tidak sembuh serta korban sering mengaku pasrah akan penyakitnya tersebut," pungkas Sri Utami.

Dari pihak keluarga korban saat ini sudah mengikhlaskan kepergian korban Wistana yang tewas dengan gantung diri. Mereka sudah menerima kenyataan tersebut. (DN - TiR).—

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com