Ini Kata Made Metera Soal Panggilan Prof Untuknya - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 250)

5/25/18

Ini Kata Made Metera Soal Panggilan Prof Untuknya


Buleleng, Dewata News.Com - Made Metera menorehkan "Seuntai Klarifikasi" karena akhir-akhir ini semakin sering dan semakin banyak orang memanggil dirinya Prof. yang membuat kikuk sebagai penyandang S3.

"Awalnya begini. Segera setelah saya menyelesaikan S3 dan sedang menjabat Rektor masa jabatan ke 2, saya sudah mulai dipanggil Prof di berbagai seminar seminar akademik maupun di luar lingkungan akademik", kata Made Metera di Singaraja, Jumat (25/05).

Terhadap panggilan itu, lanjut Made Metera, dirinya langsung klarifikasi "saya bukan Prof.  saya baru menyelesaikan pendidikan Doktor".

Namun panggilan Prof. tetap saja masih berlangsung. "Mungkin mereka berpikir, bahwa Rektor, Doktor masak tidak Profesor".

Sebenarnya begini. Pengamat sosial ini menyimak identitas diri selama berkecimpung di sebuah perguruan tinggi.

"Saya terakhir disulkan naik jabatan ke lektor kepala 16 tahun yang lalu ketika terpilih sebagai Rektor masa jabatan I di sebuah PTS. Yang mengusulkan Rektor yang akan saya gantikan. Beliau memanggil saya sebagai WR II nya. Pak sini bawa, saya tanda tangan usul kenaikan jabatan Pak. Kalau tidak disulkan sekarang, nanti Pak jadi Rektor saya tahu Pak tidak akan ngusul naik jabatan akademik".

Setelah itu, jabatan tertinggi di PTS terkenal di Singaraja itu dipercayakan kepada Made Metera sebagai Rektor. Bahkan jabatan Rektor itu dipercaya selama dua periode.

"Srtelah menjabat Rektor selama 8 tahun sudah selesai, saya tidak pernah ngusul naik jabatan", imbuhnya.

Namun, panggilan Prof. masih dan semakin sering ditujukan kepada dirinya, meski sejak awal sudah diklarifikasi. (DN - TiR).-

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com