Cak Imin "Panglima Santri" Temu Kebangsaan di Puri Agung Singaraja - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 250)

5/8/18

Cak Imin "Panglima Santri" Temu Kebangsaan di Puri Agung Singaraja


Buleleng, Dewata News. Com — Dibalik ancaman ”Kesepekang” oleh Peguyuban/Paiketan Pesemetonan Puri Buleleng ”Eka Stana Dharma Puri Buleleng”, ternyata Anak Agung Ngurah Ugrasena yang mengklaim dirinya sebagai Manggala Utama/Penglingsir Puri Agung Singaraja (Puri Gede Buleleng) berkat kepiawaiannya mampu mempertemukan empat menteri sekaligus, di samping Panglima Santri, Cak Imin sapaan akrab Dr.(HC) A.Muhaimin Iskandar yang juga Wakil Ketua MPR RI, melalui agenda kegiatan yang dikemas Temu Kebangsaan.

Agenda Temu Kebangsaan yang berlangsung di Puri Agung Singaraja (Puri Gede Buleleng) di Jalan Mayor Metra Singaraja, Senin (07/05) itu berjalan lancar sesuai dengan ”rundown” itu juga dihadiri para Penglingsir (Raja) se-Bali, Rektor Undiksha Dr.Nyoman Jampel, M.Pd serta pengurus DPP, DPW dan DPC PKB se-Bali. Karena, Cak Imin di samping Wakil Ketua MPR RI, juga Ketua Umum DPP PKB yang malam itu didampingi istri, juga mengajak tokoh Pemuda NU. Selain itu juga, disebut-sebut sebagai Pembina spiritual Agung Ugrasena, yakni Ida Rsi Agung dari Bungkulan dan I Gst.Nyoman Suartha selaku Pengageng Jero Lingsir Pengastulan.

Selaku Manggala Utama/Penglingsir Puri Agung Singaraja (Puri Agung Buleleng), Agung Ugrasena meluapkan kebanggaannya atas kehadiran empat orang menteri sebagai momen penting dan bersejarah di Puri Agung Buleleng yang mempunyai nilai sejarah.

Empat menteri yang mengukir sejarah di Puri Agung Singaraja (Puri Agung Buleleng) yang malam itu hadir, yakni Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrani, Menteri Ketenagakerjaan RI, Muh.Hanif Dhakin, Menristekdikti RI Muhamad Natsir, serta Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjoyo.

Sebelum Panglima Santri menyampaikan pidato Kebangsaan, dilakukan penyerahan bantuan kepada 10 orang siswa dan mahasiswa berprestasi  yang diserahkan Panglima Santri Muhaimin Iskandar, didampingi para menteri. Mewakili Menristekdikti, Panglima Santri juga memberikan lima buah laptop kepada mahasiswa yang bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan.

Pada kesempatan itu pula, Panglima Santri Cak Imin dari nama A.Muhaimin Iskandar memberikan Piagam Penghargaan kepada Majelis Agung Puri se-Bali sebagai Pelestari Adat Istiadat dan Kebudayaan Bali diterima para Penglingsir (Raja) se-Bali, serta Pengageng Jero Lingsir Pengastulan, I Gst.Nym Suartha.

Sementara Manggala Utama/Penglisir Puri Agung Singaraja, Anak Agung Ngurah Ugrasena memberikan Piagam Penghargaan kepada A.Muhaimin Iskandar sebagai Tokoh Muda Nasional yang Berjasa Besar Menegakkan Kebhinekaan, Perdamaian dan Kemanusiaan, setelah menyematkan lencana.

Setelah itu, para Penglingsir (Raja) se-Bali memberikan RESTU kepada Cak Imin menjadi Cawapres Jokowi 2019, ditandai dengan mengenakan udeng kepada Cak Imin oleh Penglingsir Puri Agung Kerajaan Klungkung, yang juga selaku Ketua Majelis Agung Puri se-Bali.

Sebagai agenda pokok pada Temu Kebangsaan malam itu, Cak Imin menyampaikan Pidato Kebangsaan tentang pentingnya menjaga Kebhinekaan Indonesia dan posisi strategis Bali sebagai representasi Multikultralisme Indonesia. (DN ~ TiR).—

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com