Rektor Jampel: Revolusi Mental Melakukan Perubahan Budaya - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

4/7/18

Rektor Jampel: Revolusi Mental Melakukan Perubahan Budaya


Buleleng, Dewata News. Com — Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Dr. Nyoman Jampel,M.Pd mengatakan, bahwa revolusi mental merupakan hal yang harus dilakukan.

”Melakukan revolusi mental, artinya melakukan perubahan budaya yang telah mendarah daging pada diri kita masing-masing,” kata Rektor Dr. Nyoman Jampel ketika memberikan pembekalan dihadapan peserta Pendidikan dan Latihan (Diklat) Revolusi Mental bagi mahasiswa Undiksha di Gedung Rekonfu Sekolah Polisi Negara (SPN) Singaraja, Sabtu (07/04) pagi.

Pelatihan Kepemimpinan dan Revolusi Mental yang menyasar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undiksha Singaraja yang berlangsung, hingga hari Minggu (08/04) itu secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala SPN Singaraja AKBP Waluya, S.I.K. dihadiri para Wakil Rektor Undiksha Singaraja.
Pada session pembekalan, Rektor Dr. Jampel menekankan, bahwa revolusi mental di dunia pendidikan, ditekankan pada pembentukan karakter serta pengembangan kepribadian yang dapat membentuk jatidiri bangsa. ”Revolusi mental memang harus dimulai dari dunia pendidikan dan secara simultan berjalan di bidang-bidang lainnya”, jelasnya.

Mengapa dunia pendidikan? Menurut Nyoman Jampel, karena paling tidak selama 18 tahun waktu anak manusia dihabiskan di bangku pendidikan, mulai taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Untuk itu, tanggung jawab seorang pendidik semakin bertambah untuk ikut membentuk jatidiri bangsa melalui peserta didiknya.

Di bagian lain, Nyoman Jampel mengisyaratkan, tentunya revolusi mental juga akan semakin nyata terwujud, apabila lingkungan keluarga dan masyarakat memberikan dukungan yang cukup. ”Tri pusat pendidikan sebagaimana istilah yang dicetuskan Ki Hajar Dewantara perlu berkolaborasi menyukseskan program revolusi mental”, imbuhnya.

Mengacu pada konsep Pendidikan 4.0 dalam rangka mengantisipasi terjadinya disrupsi teknologi yang dikenal sebagai revolusi industri 4.0, ditekankan Rektor Jampel, Undiksha juga diharapkan dapat melakukan perubahan. Namun diyakini, bahwa Undiksha saat ini telah merespons perubahan global yang terjadi untuk menyiapkan generasi unggul.

Menurut Jampel, langkah ini juga merupakan salah satu penopang mewujudkan visi Undiksha ”menjadi Universitas Unggul di Asia berlandaskan Tri Hita Karana Tahun 2045. Untuk mampu mewujudkan visi tersebut, mahasiswa menjadi factor penentu dalam penggapaian visi tersebut. ”Mahasiswa harus merevolusi mentalnya mengarah ke pembentukan mental unggul dan berdaya saing. Artinya, mahasiswa dituntut berani berjalan pada rel yang benar, walaupun berbeda dari apa yang selama ini terjadi,” tegas Rektor Jampel.

Sementara itu, Waka SPN Singaraja AKBP Waluya ketika ditemui Dewata News.com usai membuka kegiatan Diklat Revolusi Mental mengatakan, bahwa keberadaan SPN bukan hanya mendidik Polri tapi melaksanakan pendidikan dan latihan seperti yang dilakukan saat ini melalui kerjasama dengan Undiksha, terkait revolusi mental.

”Pada intinya melatih disiplin dan rasa kebersamaan dengan dibekali kepemimpinan/bela negara, NAC, ISOMA maupun olahraga umum, termasuk materi PBB (kolone senapan dan perkenalan senpi), juga pengetahuan tentang Narkoba. Khusus revolusi mental akan diberikan oleh AKBP Dra.Ni Km.Kusumasari”, imbuhnya.

Setelah kegiatan out bond, menurut AKBP Waluya, Pelatihan Kepemimpinan dan Revolusi Mental ditutup, Minggu (08/04) sore. (DN ~ TiR).—

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com