Informasi Pantai Lovina Mengaburkan Sejarah? - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 250)

1/11/18

Informasi Pantai Lovina Mengaburkan Sejarah?


Buleleng, Dewata News. Com —Sebuah papan yang dipajang di sebelah timur Patung Dolpin yang ditengarai sebagai informasi kepada wisatawan asing yang datang ke pantai Bina Ria, Lovina, sehingga tertulis dalam Bahasa Inggris. Ternayata informasi PANTAI LOVINA ~ Lovina Beach ini dicemoh keluarga besar pencetus Lovina, AA Panji Tisna. 

Pada papan yang terpajang tertulis dengan huruf capital PANTAI LOVINA dan di bawah tulisan itu tertulis Lovina Beach. Selanjutnya diterangkan tentang Lovina,dan dari tigabelas baris kalimat berbahasa Inggris itu, ada di antaranya menerangkan, bahwa Sejarah Lovina tidak bisa ditelusuri.

Dari kalimat sejarah Lovina tidak bisa ditelusuri, penglisir AA Ngurah Sentanu menyebut, bahwa keterangan itu nyeleneh dan bahkan mengaburkan yang diterangkan. 

Pemilik Lovina Beach Hotel ini melalui statusnya di FB menilai, keterangan yang mengaburkan itu makanya acara Festival Lovina tanpa landasan.

”Kalau memang tidak bisa ditelusuri kok membuat Festival Lovina….lucu nok,” komentar penglisir Puri Kanginan Agoeng Parwatha Pandji.

AA Parwatha Pandji yang purnabakti ASN Pemerintah Kabupaten Buleleng ini menambahkan, ini aneh, kenapa pake nama Lovina… festival itu kok ga pake festival….. ini…..itu.

Menurut AA Ngurah Sentanu, Arti festival adalah suatu perayaan untuk memperingati suksesnya usaha / lahirnya kemenangan. ”Festival Lovina semestinya sesuai sejarahnya,” imbuhnya.

AA Ngurah Sentanu menegaskan, papan yang terpajang sebagai informasi mengenai sejarah Lovina, tetapi sejarah dikaburkan dengan sengaja. ”Dan itu bikinan pemerintah dengan uang pajak rakyat untuk mengaburkan sejarah Lovina,” kata AA Ngurah Sentanu geram. 

Menyimak tulisan Prof Nengah Bawa Atmaja dalam makalahnyapada suatu seminar, lanjut AA Ngurah Sentanu, menitik beratkan pada pokok visi filosofis dari pribadi AA Panji Tisna dalam penciptaan "LOVINA".

”Inilah yang memang seharusnya jadi acuan dalam pengembangan pariwisata, "kalau tetap menyebut nama Lovina". Love Mother Earth. Sejauh mana para pengambil kebijakan, para praktisi, para insan pariwisata sudah memahami dan meng-implementasi-kan?” kata AA Ngurah Sentanu dengan nada tanya. (DN ~ TiR).—

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com