Ekspose RIP Celukan Bawang Ditunda, Bupati Agus Tidak Hambat Pembangunan - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

12/17/15

Ekspose RIP Celukan Bawang Ditunda, Bupati Agus Tidak Hambat Pembangunan

     Suasana Pertemuan Ekspose RIP Celukan Bawang di Kantor Bupati Buleleng

Buleleng, Dewata News.com — Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, pembangunan pelabuhan di Celukan Bawang harus sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) daerah setempat.

    "RTRW kabupaten adalah arahan kebijakan dan strategi pemanfaatan ruang wilayah dalam lingkup satu wilayah kabupaten. Dan kawasan Celukan Bawang dalam RTRW Kabupaten Buleleng, termasuk kawasan industri," kata Bupati Agus Suradnyana di Singaraja usai memimpin pertemuan yang mengagendakan ekspose RIP (Rencana Induk Pelabuhan) Celukan Bawang, Kamis (17/12).

    Menurut dia, pihaknya tidak menghambat aktivitas pembangunan di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang sepanjang sesuai dengan RTRW daerah setempat. Karena, segala bentuk pembangunan bermuara kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Pada pertemuan pagi itu, juga hadir Wakil Bupati Nyoman Sutjidra, Ketua DPRD Gede Supriatna,didamp;ingi Ketua Komisi II DPRD Buleleng Putu Mangku Budiasa, Kadis Perhubungan Buleleng Gede Gunawan.ASP beserta jajarannya, disamping Camat Gerokgak, serta Kepala KSOP (Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) Celukan Bawang Ketut Gede Sudarma maupun General Manager (GM) Pelindo III Cabang Celukan Bawang, Dewa Gede Adi Kumarajaya.

     Kepala KSOP Celukan Bawang, Ketut Gede Sudarma ditempat terpisah mengatakan, memang rencananya pada pertemuan ini akan dilaksanakan ekspose RIP Celukan Bawang, terkait pembangunan dermaga curah cair oleh Konsultan Kementrian Perhubungan.  Namun, karena sesuatu hal ekspose dimaksud ditunda dalam waktu yang belum ditentukan. (DN ~ TiR).—

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com