Petruk Ikut Orasi di PB3AS - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

11/1/15

Petruk Ikut Orasi di PB3AS


Denpasar, Dewata News. Com - Pelaksanaan Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS), Minggu (1/11) di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon nampak lebih meriah dan semarak dengan kahadiran I Nyoman Subrata, pemeran Petruk dalam kesenian drama gong yang berjaya di era tahun 1980 hingga tahun 2000. 

Dengan gayanya yang ringan dan jenaka, Petruk berhasil menyedot perhatian masyarakat yang beraktifitas di seputaran Lapangan Renon. Dalam orasinya, seniman asal Bangli ini sempat menyinggung sepinya job manggung bagi seniman drama gong seperti dirinya. Dia berharap, masyarakat Bali tetap mencintai drama gong sebagai salah satu seni budaya Bali yang patut dilestarikan. Selain menghibur, kesenian drama gong juga merupakan media cukup efektif untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. 

Sebagai seniman, seniman kelahiran 1 September 1949 ini mengapresiasi gagasan Pemprov Bali menggelar PB3AS. Podium ini menurutnya sangat positif bagi perkembangan iklim demokrasi di daerah Bali. 

"Manfaatkan podium ini untuk menyampaikan berbagai aspirasi," ajaknya.


Selanjutnya tampil Wayan Setiawan dari Bongkasa yang kembali menyampaikan keluhan soal layanan PDAM Badung. Menurutnya, hingga saat ini perusahan air minum yang dikelola Pemkab Badung itu belum bisa memberikan solusi. 

"Wilayah kami masih kesulitan air," keluhnya. Sebaliknya, kata Setiawan, dia tak pernah mendengar pihak pengelola hotel mengeluh soal air. "Itu artinya kami masyarakat kecil selalu terabaikan," pungkasnya.


Putu Widana dari Sanur Bali yang tampil selanjutnya menyoroti sejumlah instansi yang masih mendapat raport merah dari Ombudsman RI Perwakilan Bali terkait penilaian atas kualitas pelayanan publik. Ia berharap hal ini mendapat perhatian dari SKPD yang terkait langsung dengan pelayanan publik. Selain menyinggung hasil penilaian Ombudsman, Widada juga mendorong koordinasi dan sinergi yang lebih efektif antar instansi mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota, khususnya dalam pengerjaan proyek fisik. “Koordinasi itu sangat penting untuk mencegah terjadinya pembongkaran jalan yang terjadi berulang-ulang alias gali lobang tutup lobang,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Solidaritas Sosial (GASOS) Bali Wayan Lanang Sudira dalam orasinya mempertanyakan kelanjutan program Kartu Sakti yang sudah lebih dari setahun diluncurkan pemerintah pusat. Hingga saat ini, Kartu Sakti yang terdiri dari Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) belum jelas penerapannya di Bali. 

“Bagaimana bentuk dan apa manfaatnya, kami sebagai masyarakat awam belum tahu,” ujarnya. 

Lanang Sudira berharap segera ada kejelasan soal pemberlakuan Kartu Sakti itu di Bali. Berikutnya tampil berturut-turut Jack dari Yogyakarta, Pak Ogah dari Jalan Taman Pancing dan Edy dari Denpasar. Jack mengapresiasi pelaksanaan PB3AS dan menggugah semangat berbagi masyarakat Bali. Menurutnya, gerakan berbagi sangat dibutuhkan mengingat masih banyak masyarakat yang hidup dalam kesulitan. Sedangkan Pak Ogah mengkritisi pembuatan galian di sejumlah ruas jalan seperti Jalan Uluwatu, Gatot Subroto dan Jalan Nakula yang kerap membahayakan pengguna jalan. Sementara Edy mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keberlangsungan alam Bali.


Selain peserta dari masyarakat umum, tampil pula Komisioner KPUD Denpasar I Gusti Ngurah Agung Dharma Yudha yang mensosialisasikan proses Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Denpasar. Dia menjelaskan, KPUD Denpasar telah menetapkan tiga pasangan calon yaitu IB Rai Dharmawijaya Mantra - I Gusti Ngurah Jayanegara, Ketut Resmiasa - IB Batu Agung Antara dan I Made Arjaya - AA Ayu Rai Sunasri. Untuk menyukseskan pelaksanaan Pilwali pada 9 Desember 2015 mendatang, KPUD Denpasar telah melaksanakan sosialisasi hingga ke tingkat banjar. Dia berharap, masyarakat Kota Denpasar datang ke TPS pada hari H pencoblosan untuk menggunakan hak pilih mereka. (DN - HuM)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com