Dekadensi Moral Remaja Memprihatinkan - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

11/1/15

Dekadensi Moral Remaja Memprihatinkan

  Ilustrasi

Dekadensi Moral yang Terukir dibenak dan Qutorehkan di sebuah media terbesar di Bali era 70an, terbukti di era reformasi ini dan memprihatinkan. Karena itu, apa yang digaungkan Presiden Jokowi melalui Revolusi Mental patut diacungi jempol dan harus didukung oleh semua elemen masyarakat yang mendambakan kedamaian keluarga harmonis.

     Fakta dan Realita Dekadensi Moral di Kalangan Remaja
     Secara umum diyakini pada tau apa yang dimaksud dekadensi moral? anak muda jaman sekarang harusnya ngerti apa itu dekadensi moral. soalnya akhir-akhir ini lagi banyak yang namanya dekadensi, terutama moralnya..

     Generasi muda sekarang sudah tercengkeram fenomena pergaulan bebas (free life style). Gaya hidup seperti ini sebenarnya sangat jauh dari nilai-nilai agama manapun dan budaya Indonesia. Namun karena ada kalangan tertentu yang ingin merusak moral bangsa, maka lambat laun generasi muda kita akhirnya terjebak juga. Dalam hal ini, peran media sangatlah besar, baik media cetak maupun elektronik dan media online.

      Gaya hidup bebas (free life style) di kalangan remaja juga telah mengembang pada munculnya kondisi buruk lainnya, seperti kehamilan di luar nikah, aborsi (pengguguran kandungan), dan terjerumus kedalam pelacuran (pekerja sex komersial).

     Pantauan sementara di sejumlah rumah penginapan dan hotel shot time, pasangan remaja belasan tahun tidak tanggung-tanggung keluar masuk kamar tak mengenal ruang dan waktu di tempat mengadu urat syahwat. Mereka ini didominasi remaja setingkat SMU / SMK, bahkan setingkat SMP yang disodorkan untuk konsumen dewasa.
                                                  
     Seorang ibu penjaga penginapan tidak menampik, adanya pasangan remaja yang datang mencari kamar, bahkan masih mengenakan pakaian seragam sekolah yang dibalut switer / jaket.

Permasalahan Remaja
    Remaja, anak usia antara 13-18 tahun, adalah anak usia pelajar sekolah menengah. Anak dalam usia masa transisi ini (dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa) sedang berada dalam masa pencarian identitas, mencari jati diri, masih labil dan sering tidak berhasil melalui proses yang sempurna.

    Apalagi kehidupan remaja sekarang ini berbarengan dengan terjadinya pergeseran nilai di tengah-tengah masyarakat sebagai dampak globalisasi dan era informasi, seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Kondisi demikian sering menjadi tidak kondusif bagi keberhasilan pendidikan pelajar dan remaja kita, terutama pada tataran afektif. Fakta yang tak dapat dipungkiri bahwa terjadinya dekadensi moral dan etika pada remaja (siswa) tidak terlepas dari pergeseran nilai yang terjadi di tengah-tengah masyarakat itu.   

.   Pengertian dekadensi moral itu sendiri adalah kemunduran atau kemerosotan. Disini tidak terjadi kemajuan, bahkan stagnasi dan mundur.
   
      Semua yang terjadi di muka bumi ini bukan berarti tanpa sebab dan akibat. misalnya dengan kemajuan teknologi, aspek yang dikorbankan adalah peradaban dan gaya hidup yang berkembang di masyarakat.

    Masyarakat secara tidak langsung menjadi korban peradaban dan teknologi manusia. untuk warga bangsa timur sendiri, eropa menjadi kiblat perkembangan teknologi. sehingga secara tidak langsung, gaya hidup dan peradaban disana pun turut di unduh dan ditiru bangsa yang masih berkembang, seperti Indonesia.

   Lama kelamaan budaya dan norma yang berlaku terdegradasi oleh kebudayaan barat yang pada dasarnya berbeda sekali dengan budaya bangsa timur. Oleh sebab itu, akhir-akhir ini banyak sekali fenomena-fenomena yang seharusnya tidak terjadi di Indonesia. mulai dari pembunuhan, mutilasi, pemerkosaan, pelecehan seksual, dan masih banyak lagi lainnya.

     Fenomena lain yang sering dipertontonkan muda-mudi saat ini adalah kemesraan yang tidak sewajarnya dipertontonkan secara vulgar. banyak ditemui hampir di setiap tempat. Muda-mudi yang sedang di mabuk asmara saling memperlihatkan kemesraan mereka di depan publik. Seakan-akan dunia milik berdua, yang lain ngontrak aja deh ..


     Mereka seakan tidak mengerti lagi apa itu kesopanan dan norma yang berlaku di tempat tinggal mereka. Dengan memakai pakaian yang mini dan ketat, mereka seakan bangga menjadi demikian. Tentu saja hal ini yang menjadi akar munculnya dekadensi dimana-mana.

    Miris memang mengetahui hal-hal tersebut menjadi "trend" di kalangan anak muda jaman sekarang. Seolah yang tidak berlaku demikian hanyalah orang-orang yang tidak gaul dan ketinggalan jaman. Sebagai generasi muda yang beragama, seharusnya hal demikian dapat dihindari, sehingga tidak ada kata dekadensi lagi yang terdengar di setiap sudut ruang yang kita tempati.

     Lakukan hal lebih bermanfaat daripada melakukan hal yang tidak terpuji. Semua yang terjadi disekitar kita juga berawal dari kata "iseng" yang akhirnya mendarah daging. Terus berkarya untuk menjadi yang terbaik. Jangan rusak citra anak muda Indonesia.... Astungkara ~ rahayu ~  Tirthayasa.—

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com