BTDC Lirik Pulau Menjangan, Bupati Agus: Silahkan di Kawasan Pemuteran - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

11/17/15

BTDC Lirik Pulau Menjangan, Bupati Agus: Silahkan di Kawasan Pemuteran

 Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana

Nusa Dua, Dewata News.com – Belum tuntas persoalan kawasan wisata Mandalika di Lombok, Bali Tourism Development Corporation (BTDC) yang kini berubah menjadi ITDC, melirik kawasan Pulau Menjangan untuk dikembangkan menjadi kawasan pariwisata terpadu yang lebih bagus dari Nusa Dua.
Dalam mengembangkan kawasan tersebut, BTDC akan mengadopsi grand strategi dan master plan yang sudah diterapkan di Nusa Dua, termasuk standar layanan dan service excelentnya. 

     “Kami tidak berhenti di Nusa Dua saja, wilayah Bali lainnya yang menjadi perhatian kami yaitu Pulau Menjangan. Kami ingin kawasan Pulau Menjangan lebih baik dari yang ada di sini (Nusa Dua. Ini satu prospek yang kami akan garap setelah itu baru ke daerah lain,” kata Direktur Utama BTDC, Abdulbar M Mansoer.

    Bagaimana dengan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana? Jika yang dimaksud BTDC adalah kawasan Pulau Menjangan, orang nomor satu di bumi Panji Tisna tersebut menyatakan tidak akan mengizinkannya karena kawasan tersebut kawasan yang disucikan dan menjadi bagian dari kawasan hutan lindung. 

  ‘’Saya belum tahu yang diinginkan itu yang mana, tetapi kalau yang dimaksud adalah Pulau Menjangan itu tidak boleh karena masuk kawasan hutan lindung, dan itu bukan lagi menjadi kewenangan bupati,’’ kata Suradnyana, Minggu (15/11).

    Namun bila yang dilirik BTDC tersebut adalah kawasan Pemuteran,  Bupati Suradnyana menyatakan dukungannya. ‘’Kalau yang dimaksud itu adalah kawasan Pemuteran itu bagus karena pengembangan pariwisatanya mengarah ke sana,’’ katanya seraya menyatakan, banyak investor yang menanamkan investasinya dengan membeli tanah di sekitar itu sehingga harga tanah di kawasan itu melonjak drastis

  . ‘’Awal saya menjadi bupati tiga tahun lalu harga per are berkisar Rp25 juta, sekarang sudah mencapai Rp150 juta dan sulit dicari,’’ katanya.

     Di kawasan Pemuteran, kata Agus Suradnyana, ada tanah milik Pemprov Bali seluas 600 ha yang sangat bagus untuk dikembangkan, tepatnya di daerah Sumber Klampok. ‘’Kalau soal tanah itu silahkan berhubungan dengan Pemprov Bali karena yang memiliki tanah itu Pemprov,’’ katanya.

Bertahap
Target pengembangan kawasan pulau Menjangan, kata Abdulbar M Mansoer,  bakal dikembangkan secara bertahap, dan kini masuk pada tahap proposal mengenai penggunaannya. Selanjutnya, pihaknya akan masuk pada tahap kerjasama dengan Pemda Buleleng. 

    Untuk ini sangat tergantung dari kebijakan pemerintah daerah setempat (Pemkab Buleleng). Jika rencana tersebut mendapatkan titik temu dan pemkab Buleleng siap bekerjasama, maka pihaknya pun siap melaksanakan.

    “Jika ini terealisasi, ke depan antara Nusa Dua dan Menjangan akan ada sistem publik transportasi, sehingga tentu akan terkoneksi antara Menjangan ke Nusa Dua,” ujarnya. 

    Untuk mengembangkan wilayah lain seperti di Nusa Dua, pihaknya mengaku akan menggunakan tenaga terbaiknya untuk mendeplov kawasan lain di Indonesia. Apalagi jika ada lahan yang developbel untuk mengakomodir pengembangan tersebut. “Yang antri banyak sekali, kami tidak pernah khawatir kekurangan investor di Bali, mengingat standar lanscaping dan infrastruktur yang sudah terbukti,” tandasnya. (DN ~ PB).-

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com