Warga Buleleng Jangan Jual Tanah Sembarangan - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

10/19/15

Warga Buleleng Jangan Jual Tanah Sembarangan

 Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra

Buleleng, Dewata News.com — Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengimbau masyarakat di daerah itu bijak menjual tanah, sehingga warga asli Buleleng tetap menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri.

     "Intinya jangan sampai masyarakat di Bali utara menjual tanah sembarangan kepada para tengkulak," kata I Nyoman Sutjidra di Singaraja, Bali, Sabtu (17/10).

     Ia menjelaskan, nilai harga tanah di Bali utara mengalami perkembangan signifikan setiap tahunnya seiring meningkatnya nilai investasi di daerah itu.

    Selain itu, beberapa isu sentral seperti pembangunan Bandara Internasional Buleleng (BIB) menjadi pemicu banyak kalangan masyarakat menjual tanah ke tengkulak.

    "Saya pribadi tidak memungkiri, isu pembangunan BIB membawa dampak signifikan terhadap kenaikan harga lahan/tanah di kabupaten Buleleng," kata dia.

     Bukan hanya itu saja, ia menyebutkan, intensitas penjualan tanah di wilayah pedesaan juga mengalami peningkatan signifikan.

    "Terutama tanah perkebunan dan lahan prosfektif pariwisata," kata dia.

     Sutjidra menilai, beberapa kasus tersebut disebabkan biaya membangun di Bali selatan jauh lebih mahal dibanding di Bali utara.

    "Investor pun gencar membeli tanah di Buleleng karena tergiur peluang investasi ke depan," imbuhnya.

     Di sisi lain, pihaknya berharap Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kantor Pertahanan Kabupaten Buleleng, ikut turun membantu masyarakat mengurus legalisasi aset prona.

    "Warga masyarakat kami imbau lebih mawas diri, terhadap upaya pembelian tanah melalui tengkulak atau sistem bawah tangan, sehingga berdampak merugikan bagi masyarakat asli Bali utara," kata dia. (DN ~ ant),-

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com