Putri Menjangan Jadi Destinasi Wisata Alam di Bali Utara - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

9/28/15

Putri Menjangan Jadi Destinasi Wisata Alam di Bali Utara


Buleleng, Dewata News.com — Ada destinasi wisata alam baru di Bali Utara, Buleleng, yang diberi nama Putri Menjangan. Lokasinya berada di Banjar Dinas Batu Ampar, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak. Tepatnya di Utara Pelabuhan Banyumandi.

    Wisata alam ini menawarkan paket wisata mangrove tour. Wisatawan bisa menyusuri hutan mangrove di atas jembatan bambu sepanjang satu kilometer.

    Ada 18 jenis mangrove dengan keunikan masing-masing yang dapat dinikmati wisatawan. Selain itu, terbentang hamparan pasir putih dan sunset di sore hari.

    Wisatawan juga bisa melakukan aktivitas diving dan snorkling yang tak kalah indah di bawah lautnya dengan perairan Pulau Menjangan. Wisata alam ini dikelola Forum Konservasi Putri Menjangan dua bulan lalu.

    Seorang anggota forum, I Nyoman Suntara, mengatakan pendirian forum ini dilatarbelakangi rasa jengah masyarakat dan pelaku wisata Pulau Menjangan sejak kenaikan tiket masuk dari Rp20 ribu menjadi Rp200 ribu.

   ”Karena kami merasa sakit hati sejak kenaikan tiket itu. Semua masuknya ke pemerintah pusat dan kami warga di sini tidak dapat kontribusi sedikit pun. Kami akhirnya sepakat untuk memanfaatkan potensi yang ada di desa kami. Kami namakan Putri Menjangan, karena istilahnya ini putri yang sedang ngambek, karena kebijakan pemerintah yang tidak berpihak ke masyarakat,” ujar Suntara.

    Pengelolaan wisata ini sekaligus sebagai upaya penyelamatan mangrove dan pelestarian lingkungan. Pendiriannya dirintis beberapa pelaku wisata Pulau Menjangan, di antaranya I Wayan Sulitra, I Nyoman Sandi dan I Nyoman Suntara.

    Kini ada 140 anggota yang tergabung dalam forum ini. Mereka adalah masyarakat Desa Pejarakan.

   Putri Menjangan dikelola secara swadaya oleh keseluruhan anggota forum. “Kami mengelolanya secara swadaya dengan memanfaatkan potensi alam yang tidak kalah bagus. Kita buat jembatan kecil dari bambu. Ada tiga aktivitas yang bisa dinikmati di sini, diving, snorkling dan tracking menjelajahi hutan mangrove,” katanya.
    Sebelum dikelola masyarakat, kawasan sempadan pantai itu merupakan lokasi yang tidak terawat. Pohon-pohon bakau tumbuh, dipenuhi sampah-sampah plastik yang berserakan.

    “Kami memanfaatkan sempadan pantai yang dulunya tidak terawat, sekaligus untuk konservasi agar tidak terjadi abrasi, karena ini penting artinya untuk generasi ke depan,” ucapnya.

   Seiring berjalannya waktu, masyarakat akan terus berupaya mengembangkan Putri Menjangan ini. Di antaranya dengan menambah beberapa fasilitas dan paket wisata.

   ”Nanti kami juga akan bangun balebengong dan beberapa paket wisata lain. Akan kami lakukan bertahap karena ini juga dibuat secara swadaya,” tandasnya. (DN ~ TiR).—

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com