Warga Klungkung Rantau Dukung Wacana Pemekaran Kecamatan di Nusa Penida - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

5/24/15

Warga Klungkung Rantau Dukung Wacana Pemekaran Kecamatan di Nusa Penida


Buleleng, Dewata News.com — Buleleng sebagai kabupaten di belahan Utara Bali dari jaman kerajaan sudah menjadi sasaran wilayah kehidupan dan penghidupan, dari masyarakat lainnya di pulau Dewata ini. Jejak langkah Ki Barak Panji Sakti ke bumi Den Bukit, ternyata masih menjadi idola kalangan warga Klungkung untuk menggali kehidupan di segala lini sesuai profesinya di Singaraja.

      Warga masyarakat dari kota Semarapura, Klungkung yang sudah menjadi bagian masyarakat di Kabupaten Buleleng masih didengar suaranya oleh wakil rakyat di DPRD Klungkung. Sebagai bukti, Ketua Komisi III DPRD Klungkung, I Made Jana secara khusus mengundang warga intelektual Klungkung dalam suatu pertemuan yang digelar di Ranggon Sunset, Pantai Penimbangan, Singaraja, Jumat (22/05) malam.


   ”Sebagai wakil rakyat sangat perlu suara dukungan demi mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat dilaksanakan dan tercapai dengan baik, demi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Klungkung,” kata anggota Dewan Klungkung, I Made Jana membuka dialog pertemuan kekeluargaan malam itu.

    Ia mengungkapkan, saran dan pendapat dari masyarakat intelektual Klungkung yang ada di Buleleng adalah merupakan “amunisi” untuk melancarkan adanya wacana pemekaran Kecamatan di pulau Nusa Penida, yang nantinya menjadi dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Nusa Penida Barat dan Kecamatan Nusa Penida Timur. ”Termasuk landasan yuridis formalnya,” imbuhnya.

        Sebagai Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Klungkung, I Made Jana secara kronologis memaparkan perjuangannya kea rah pencapaian tujuan wacana pemekaran kecamatan di Nusa Penida yang telah mendapat dukungan sebagian besar Kepala Desda se-Kecamatan Nusa Penida yang terdiri atas 16 desa.

      Ia menyadari, sesuai aturan memang belum ada pasal yang memenuhi untuk dimekarkan, tetapi ada pasal yang member peluang secara yuridis, kecamatan ini bisa dimekarkan. Wacana pemekaran kecamatan di Nusa Penida ini, menurut I Made Jana, memang sudah lama dilakukan tapi belum ada signal keberhasilan, karena beberapa kendala, baik teknis maupun nontekniks politis. ”Termasuk, belum ada restu dari pak bupati,” selorohnya.      


     Dari diskusi panjang malam itu,  akhirnya menghasilkan kesepakatan berupa dukungan sepenuhnya dari 17 warga intelektual Klungkung rantau yang sempat hadir untuk meneruskan perjuangan pemekaran kecamatan di Nusa Penida.
     
     Dari pertemuan malam itu tercermin pula, bahwa persoalan kecamatan Nusa Penida bukan persoalan masyarakat kepulauan Nusa Penida tetapi merupakan persoalan Klungkung secara holistik, karena Nusa Penida prospekltif untuk mendokrak PAD Klungkung yang kecil, bukan ”NUSANISASI” seperti pernah dihembuskan salah satu eliete partai politik di Klungkung, bukan pula pencitraan personal. ”Dan I Made Jana tidak sedang 'bermain' di ranah itu, karena Nusa Penida sudah terlalu lama 'dimarginalkan' di samping pileg masih jauh, tahun 2019.” (DN~*).—

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com