Buleleng, Dewata News.com — Buleleng sebagai kabupaten di belahan Utara Bali dari jaman kerajaan sudah menjadi sasaran wilayah kehidupan dan penghidupan, dari masyarakat lainnya di pulau Dewata ini. Jejak langkah Ki Barak Panji Sakti ke bumi Den Bukit, ternyata masih menjadi idola kalangan warga Klungkung untuk menggali kehidupan di segala lini sesuai profesinya di Singaraja.
Warga masyarakat dari kota Semarapura, Klungkung yang sudah menjadi
bagian masyarakat di Kabupaten Buleleng masih didengar suaranya oleh wakil
rakyat di DPRD Klungkung. Sebagai bukti, Ketua Komisi III DPRD Klungkung, I
Made Jana secara khusus mengundang warga intelektual Klungkung dalam suatu
pertemuan yang digelar di Ranggon Sunset, Pantai Penimbangan, Singaraja, Jumat
(22/05) malam.
Ia mengungkapkan, saran dan pendapat dari masyarakat intelektual
Klungkung yang ada di Buleleng adalah merupakan “amunisi” untuk melancarkan
adanya wacana pemekaran Kecamatan di pulau Nusa Penida, yang nantinya menjadi
dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Nusa Penida Barat dan Kecamatan Nusa
Penida Timur. ”Termasuk landasan yuridis formalnya,” imbuhnya.
Sebagai Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Klungkung, I Made Jana secara
kronologis memaparkan perjuangannya kea rah pencapaian tujuan wacana pemekaran
kecamatan di Nusa Penida yang telah mendapat dukungan sebagian besar Kepala
Desda se-Kecamatan Nusa Penida yang terdiri atas 16 desa.
Ia menyadari, sesuai aturan memang belum
ada pasal yang memenuhi untuk dimekarkan, tetapi ada pasal yang member peluang
secara yuridis, kecamatan ini bisa dimekarkan. Wacana pemekaran kecamatan di
Nusa Penida ini, menurut I Made Jana, memang sudah lama dilakukan tapi belum
ada signal keberhasilan, karena beberapa kendala, baik teknis maupun nontekniks
politis. ”Termasuk, belum ada restu dari pak bupati,” selorohnya.
Dari diskusi panjang malam itu, akhirnya menghasilkan kesepakatan berupa
dukungan sepenuhnya dari 17 warga intelektual Klungkung rantau yang sempat
hadir untuk meneruskan perjuangan pemekaran kecamatan di Nusa Penida.
Dari pertemuan malam itu tercermin pula,
bahwa persoalan kecamatan Nusa Penida bukan persoalan masyarakat kepulauan Nusa
Penida tetapi merupakan persoalan Klungkung secara holistik, karena Nusa Penida
prospekltif untuk mendokrak PAD Klungkung yang kecil, bukan ”NUSANISASI”
seperti pernah dihembuskan salah satu eliete partai politik di Klungkung, bukan
pula pencitraan personal. ”Dan I Made Jana tidak sedang 'bermain' di ranah itu,
karena Nusa Penida sudah terlalu lama 'dimarginalkan' di samping pileg masih
jauh, tahun 2019.” (DN~*).—



No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com