Ops.Premanisme di Buleleng, Diciduk Gepeng - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

5/25/15

Ops.Premanisme di Buleleng, Diciduk Gepeng

 Kabag Ops Polres Buleleng Kompol Ketut Gelgel (kanan)
saat pimpin Ops Satgas Premanisme periksa pengunjung di pelatyaran eks Pelabuhan Buleleng.

Buleleng, Dewata News.com — Kepolisian Resor Buleleng melalui bentukan Satuan Tugas Premanisme yang mengedepankan fungsi Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Sabhara dengan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Buleleng dalam pekan terakhir ini gencar melaksanakan operasi aksi premanisme dan anak liar di jalanan.

    Pelaksanaan operasi Satgas Premanisme bentukan Polres Buleleng ini langsung dipimpin Kepala Bagian Operasi, Kompol I Ketut Gelgel didampingi  Kasat Reskrim AKP I Ketut Adnyana.TJ dan Kasat Sabhara menyasar tempat-tempat umum yang sering dipergunakan anak-anak ”nongkrong” hingga tengah malam dikatagori anak-anak liar, maupun tempat rekreasi. Bahkan, menyasar juga rumah-rumah kos pelajar-mahasiswa dan rumah penginapan shot time.

    Sehari setelah kejadian kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama di Jalan Yudistira, Singaraja belakang RSUD Buleleng mengakibatkan, seorang pemuda remaja harus menjalani operasi dan rawat inap karena luka tusuk taji, Satgas Premanisme Polres Buleleng melancarkan operasi di Taman Kota Singaraja, Minggu (24/05) malam. 
 Pengunjung Taman Kota mengaku dari Tajun tanpa identitas
saat diperiksa anggota Ops Satgas Premanisme Polres Buleleng, Minggu (24/05) malam
                                
    ”Atas perintah Kapolres, pak Kurniadi, Satgas Premanisme melaksanakan operasi dengan jumlah personel 60 anggota, 6 orang di antaranya dari Satpol PP Buleleng, diawali di Taman Kota, sebagai upaya cegah dini terjadi suatu peristiwa yang tak diinginkan,” kata Kabag Ops Polres Buleleng Kompol I Ketut Gelgel.

    Ops Satgas Premanisme ini juga menyasar rumah-rumah kos, menurut Kabag Ops Ketut Gelgel, anak-anak dibawah umur yang mengarah melakukan perbuatan seksual, di samping yang satu kamar berlainan jenis tanpa ikatan perkawinan. Kendati diakui Kabag Ops Polres Buleleng ini, belum ada tanda-tanda terjadinya transaksi prostitusi online di Buleleng.

    Dari sasaran rumah-rumah kos dalam operasi Satgas Premanisme Polres Buleleng sebelumnya, Sabtu (23/05) memergoki pasangan yang tanpa ikatan perkawinan yang sah, termasuk di rumah penginapan shot timePada malam itu, Satgas Premanisme Polres Buleleng, selain melibatkan Satpol PP, juga TNI-AD serta Forum Perlindungan Perempuan dan Anak Buleleng (PPAB) melancarkan razia jam malam (jam 23.00 wita batas waktu kunjungan dan ditempat rekreasi-Red).

  Ketika menyasar penginapan dan rumah kos menemukan oknum PNS yang bertugas di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Buleleng bersama teman laki-lakinya di sebuah penginapan di Desa Anturan, Kecamatan Buleleng.

     Sementara di sebuah rumah kos, Desa Sambangan, oknum mahasiswa juga ditemukan berada dalam kamar hingga tengah malam. Menariknya, mahasiswa lawan jenis ini berada dalam kamar dengan dalih sedang mengerjakan tugas-tugas kuliah mereka.
   
    Dari KTP pasangan mahasiswa ini diketahui bernisial Putu Ktd, mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan (TP) Undikhsa Singaraja. Sementra pasangannya diketahui berinisial Made PA juga mahasiswa Undiksha Singaraja, mengaku telah menjalin hubungan pacaran.

     Sementara itu, pada saat opersasi Satgas Premanisme di Taman Kota Singaraja, yang dimulai pukul 22.30 Wita malam itu, Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Ketut Adnyana.TJ mengarahkan, Satgas menjadi tiga kelompok menyisiri Taman Kota. Setiap pengunjung anak-anak dibawah umur khususnya maupun pengunjung lainnya langsung dilakukan penggeledahan.

    Hasilnya di Taman Kota? Ada dua orang perempuan tanpa identitas (KTP), seorang mengaku dari wilayah Tajun tinggal di kawasan Kota Singaraja dan satunya lagi tinggal di Desa Sambangan yang kemudian digiring ke Mapolres Buleleng. Sementara Satgas Premanisme melanjutkan sasaran ke eks Pelabuhan Buleleng.

     Hampir setiap pengunjung di eks pelabuhan tertua di Bali ini digeledah dengan meminta identitas. Bahkan, ada sepasang muda mudi berboncengan dengan kendaraan bermotor roda dua masuk pelataran eks Pelabuhan Buleleng mendekati tengah malam itu ”meringis” ketika diperiksa identitasnya. Gadis remaja yang mengaku putri seorang Provost TNI-AD mengaku baru datang dari Ultah temannya dan mampir mencari makan.

                           
    Kelompok lainnya menciduk 4 orang gelandangan dan pengemis (gepeng) dan oleh Satpol PP yang dipimpin langsung Kepala Badan Polisi Pamong Praja Kabupaten Buleleng Budi Astawa, gepeng itu digiring ke kantor Dinas Sosial Kabupaten Buleleng untuk pembinaan untuk dipulangkan ke kampong halamannya.

    Dari pelataran eks Pelabuhan Buleleng, Satgas Premanisme Polres Buleleng menyasar tempat rekreasi pantai Kerobokan yang tengah malam itu suwung mangmung (sepi).

    Menurut Kabag Ops Polres Buleleng, Kompol I Ketut Gelgel, pelaksanaan operasi terus berlanjut sebagai upaya cegah dini segala bentuk aksi premanisme yang tidak diinginkan masyarakat. ”Operasi dilakukan untuk mencegah terjadinya tindakan negatif di kalangan pelajar dan mahasiswa. Apalagi akhir-akhir ini muncul praktek prostitusi melibatkan kalangan pelajar dan mahasiswa, sehingga kami ingin mengantispasi jangan sampai ini terjadi,” tegasnya. (DN~*).—

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com