![]() |
Kabag Ops Polres Buleleng Kompol Ketut Gelgel (kanan)
saat pimpin Ops Satgas Premanisme periksa pengunjung di pelatyaran eks Pelabuhan Buleleng.
|
Buleleng, Dewata News.com — Kepolisian Resor Buleleng melalui bentukan Satuan Tugas Premanisme yang mengedepankan fungsi Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Sabhara dengan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Buleleng dalam pekan terakhir ini gencar melaksanakan operasi aksi premanisme dan anak liar di jalanan.
Pelaksanaan operasi Satgas Premanisme bentukan Polres Buleleng ini
langsung dipimpin Kepala Bagian Operasi, Kompol I Ketut Gelgel didampingi Kasat Reskrim AKP I Ketut Adnyana.TJ dan
Kasat Sabhara menyasar tempat-tempat umum yang sering dipergunakan anak-anak ”nongkrong”
hingga tengah malam dikatagori anak-anak liar, maupun tempat rekreasi. Bahkan,
menyasar juga rumah-rumah kos pelajar-mahasiswa dan rumah penginapan shot time.
Sehari setelah kejadian kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama di
Jalan Yudistira, Singaraja belakang RSUD Buleleng mengakibatkan, seorang pemuda
remaja harus menjalani operasi dan rawat inap karena luka tusuk taji, Satgas
Premanisme Polres Buleleng melancarkan operasi di Taman Kota Singaraja, Minggu
(24/05) malam.
![]() |
Pengunjung Taman Kota mengaku dari Tajun tanpa identitas
saat diperiksa anggota Ops Satgas Premanisme Polres Buleleng, Minggu (24/05) malam
|
”Atas perintah Kapolres, pak Kurniadi, Satgas Premanisme melaksanakan
operasi dengan jumlah personel 60 anggota, 6 orang di antaranya dari Satpol PP
Buleleng, diawali di Taman Kota, sebagai upaya cegah dini terjadi suatu peristiwa
yang tak diinginkan,” kata Kabag Ops Polres Buleleng Kompol I Ketut Gelgel.
Ops Satgas Premanisme ini juga menyasar rumah-rumah kos, menurut Kabag
Ops Ketut Gelgel, anak-anak dibawah umur yang mengarah melakukan perbuatan seksual,
di samping yang satu kamar berlainan jenis tanpa ikatan perkawinan. Kendati
diakui Kabag Ops Polres Buleleng ini, belum ada tanda-tanda terjadinya
transaksi prostitusi online di
Buleleng.
Dari sasaran rumah-rumah kos dalam operasi Satgas Premanisme Polres Buleleng
sebelumnya, Sabtu (23/05) memergoki pasangan yang tanpa ikatan perkawinan yang
sah, termasuk di rumah penginapan shot
time. Pada malam itu, Satgas Premanisme Polres Buleleng, selain melibatkan
Satpol PP, juga TNI-AD serta Forum Perlindungan Perempuan dan Anak Buleleng
(PPAB) melancarkan razia jam malam (jam 23.00 wita batas waktu kunjungan dan
ditempat rekreasi-Red).
Ketika menyasar penginapan dan rumah kos menemukan oknum
PNS yang bertugas di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Buleleng
bersama teman laki-lakinya di sebuah penginapan di Desa Anturan, Kecamatan
Buleleng.
Sementara di sebuah rumah kos, Desa Sambangan, oknum mahasiswa juga ditemukan berada dalam kamar hingga tengah malam. Menariknya, mahasiswa lawan jenis ini berada dalam kamar dengan dalih sedang mengerjakan tugas-tugas kuliah mereka.
Dari KTP pasangan mahasiswa ini diketahui bernisial Putu Ktd, mahasiswa
jurusan Teknologi Pendidikan (TP) Undikhsa Singaraja. Sementra pasangannya
diketahui berinisial Made PA juga mahasiswa Undiksha Singaraja, mengaku telah
menjalin hubungan pacaran.
Sementara itu, pada saat opersasi Satgas Premanisme di Taman Kota
Singaraja, yang dimulai pukul 22.30 Wita malam itu, Kasat Reskrim Polres
Buleleng AKP Ketut Adnyana.TJ mengarahkan, Satgas menjadi tiga kelompok
menyisiri Taman Kota. Setiap pengunjung anak-anak dibawah umur khususnya maupun
pengunjung lainnya langsung dilakukan penggeledahan.
Hasilnya di Taman Kota? Ada dua orang perempuan tanpa identitas (KTP),
seorang mengaku dari wilayah Tajun tinggal di kawasan Kota Singaraja dan
satunya lagi tinggal di Desa Sambangan yang kemudian digiring ke Mapolres
Buleleng. Sementara Satgas Premanisme melanjutkan sasaran ke eks Pelabuhan
Buleleng.
Hampir setiap pengunjung di eks pelabuhan tertua di Bali ini digeledah
dengan meminta identitas. Bahkan, ada sepasang muda mudi berboncengan dengan
kendaraan bermotor roda dua masuk pelataran eks Pelabuhan Buleleng mendekati
tengah malam itu ”meringis” ketika diperiksa identitasnya. Gadis remaja yang
mengaku putri seorang Provost TNI-AD mengaku baru datang dari Ultah temannya
dan mampir mencari makan.
Kelompok lainnya menciduk 4
orang gelandangan dan pengemis (gepeng) dan oleh Satpol PP yang dipimpin
langsung Kepala Badan Polisi Pamong Praja Kabupaten Buleleng Budi Astawa,
gepeng itu digiring ke kantor Dinas Sosial Kabupaten Buleleng untuk pembinaan
untuk dipulangkan ke kampong halamannya.
Dari pelataran eks Pelabuhan Buleleng, Satgas Premanisme Polres Buleleng
menyasar tempat rekreasi pantai Kerobokan yang tengah malam itu suwung mangmung (sepi).
Menurut Kabag Ops Polres Buleleng, Kompol I Ketut Gelgel, pelaksanaan
operasi terus berlanjut sebagai upaya cegah dini segala bentuk aksi premanisme
yang tidak diinginkan masyarakat. ”Operasi dilakukan untuk mencegah terjadinya
tindakan negatif di kalangan pelajar dan mahasiswa. Apalagi akhir-akhir ini
muncul praktek prostitusi melibatkan kalangan pelajar dan mahasiswa, sehingga
kami ingin mengantispasi jangan sampai ini terjadi,” tegasnya. (DN~*).—



No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com