SMP N 2 Manggis Wakili Bali Ke Tingkat Nasional Lomba Adiwiyata - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

4/8/14

SMP N 2 Manggis Wakili Bali Ke Tingkat Nasional Lomba Adiwiyata



Dewata News - Karangasem

Sekolah menengah Pertama (SMP) Negeri II Manggis di Bukit Catu Manggis, Karangasem akhirnya lolos masuk nominasi mewakili Bali ke tingkat nasional mengikuti Lomba Adiwiyata. Dengan modal berbagai prestasi yang dimiliki termasuk 2 kali meraih medali emas Lomba Tri Hita Karana tingkat sekolah SMP yakni tahun 2012 dan 2013, SMPN II Manggis menjadi salah satu sekolah SMPN melenggang menjadi duta Karangasem ke ajang lomba bergengsi dibidang penataan lingkungan sekolah.

Kendati lokasinya terbilang  terpencil di pedesaan namun mampu menunjukkan eksistensinya sebagai sekolah yang memiliki wawasan wiyata mandala yang layak diperhitungkan. Para siswanyapun terinspirasi mampu menelorkan beragam prestasi yang mengharumkan nama baik sekolah.

Kepala SMP Negeri 2 Manggis I Ketut Sudira,S.Pd. didampingi wakasek kurikulum I Ketut Karsa, S.Pd. dan Kaur TU I Nengah Martawan, SH mengatakan,  setelah melalui proses pembinaan dan penilaian oleh tim Adiwiyata secara berjenjang, maka untuk tahun  2014 SMP Negeri 2 Manggis berhasil dipercaya mewakili  Kabupaten Karangasem pada lomba Adiwiyata tingkat nasional. Salah satu prestasi gemilang yang dicapai adalah keberhasilan meraih medali emas dua tahun berturut-turut dalam Lomba Tri Hita Karana yakni tahun 2012 dan tahun 2013.

Sudira mengaku tidak  muluk-muluk mempersiapkan diri dalam mengikuti lomba Adiwiyata, namun berjalan secara normal dan wajar, mengingat program tersebut  sudah merupakan kebutuhan sekolah,  untuk menciptakan kualitas lingkungan sekolah dalam mendukung proses belajar mengajar secara maksimal. Menurutnya, yang terpenting adalah implementasi dalam keseharian agar siswa-siswi benar-benar merasakan manfaat dan tidak merasa terbebani. Jika budaya itu berhasil diatanamkan maka diharapkan dapat berdampak  pada kepribadian, lingkungan eksternal dan menjadi kebiasaan dirumah masing-masing.

Ditambahkan, prestasi  bidang akademik yang diraih siswa SMPN 2 Manggis antara lain Juara I lomba siswa berprestasi tingkat kecamatan  dan berhasil mewakili ke tingkat kabupaten atas nama Ni Luh Diah Fridayanti Sucita. Pada seleksi Olimpiade Sains Nasional tingkat kabupaten, SMPN. 2 Manggis berhasil meloloskan siswa sebanyak tiga orang yaitu Ni Luh Diah Fridayanti Sucita bidang Matematika, Ni Luh Wira Pramesti bidang Biologi, Ni Kadek Metri Ariastuti bidang IPS. Di samping itu pada lomba – lomba mata pelajaran yang diadakan oleh sekolah SMA, siswa SMPN 2 Manggis juga berhasil memperoleh  juara diantaranya I Dewa Gede Eka Yuda Pranata keluar sebagai juara pertama lomba mata pelajaran Bahasa Inggris, Ni Kadek Dwipayanti memperoleh juara II lomba mata pelajaran IPS, Ni Putu Sri Mahadewi  berhasil meraih juara I lomba baca puisi dan juara II pidato Bahasa Indonesia.    

Di bidang olahraga dan seni siswa SMPN 2 Manggis juga memperoleh prestasi sebagai juara I lari 400 meter putri atas nama Gusti Agung Pradnyawati, juara I lempar lembing putra atas nama Puja Astawa, juara I lempar lembing putri atas nama Ni Komang Sri Diantari. Pada tahun 2013 memperoleh juara I pertandingan silat porsenijar kabupaten dan juara III tingkat propinsi. Tidak saja siswanya yang berprestasi, tetapi gurunya juga meraih juara I lomba guru berprestasi tingkat kecamatan tahun 2013 atas nama I Ketut Karsa, S.Pd.

SMPN 2 Manggis yang menempati areal 1,26 Ha  didirikan tahun  1986 sebagai alternatif memenuhi tuntutan kebutuhan sekolah SMP di  Kecamatan Manggis wilayah Tengah dan Timur. Kini memiliki 15 ruang kelas tempat belajar mengajar, didukung  tenaga guru pengajar sebanyak 29 orang serta 11 orang tenaga administrasi, membimbing  427 siswa dalam  15 rombongan belajar.

Untuk membina  dan mengasah talenta siswa dilaksanakan program ekstra seperti kegiatan pramuka, silat, olahraga catur, seni tari, sastra inggris, Bahasa Indonesia dan Bahasa Bali.  Meski dituntut kebutuhan penunjang dana untuk membantu kegiatan ekstra sekolah, selama ini belum pernah memungut iuran Komite sejak adanya dana Bos. 

Namun jika terjadi kebutuhan untuk ritual diluar kemampuan sekolah seperti upacara Ngenteg Linggih dan Ngresigana komite mendukung secara sukarela, khususnya dalam mengatasi terjadinya kasus kerauhan massal yang pernah terjadi. Sejauh ini pelaksanaan pengembangan sekolah menghadapi kendala banyaknya bangunan yang perlu mendapat rehab seperti bangunan kantor tidak layak karena banyak bocor, demikian juga gedung perpustakaan dan laboratorium. 

Permohonan bantuan sudah diajukan ke atas namun belum memperoleh realisasi.  Untuk tenaga guru dari segi jumlah sudah memadai meski ada kelebihan guru PKN dan Agama namun guru IPS masih kurang.

Untuk memaknai program Tri Hita Karana di sekolah dilakukan implementasi hubungan manusia dengan alam melalui kegiatan kebersihan sekolah seperti memilah sampahorganik-anorganik, membuat  biopori. Sedangkan dibidang hubungan manusia dengan Tuhan dilakukan melalui program persembahyangan rutin setiap hari, purnama tilem dan saraswati.  

Sedangkan hubungan antar manusia  diisi dengan perkuatan hubungan kekerabatan dan kekeluargaan melalui asah wawasan    diskusi, pembauran kesetaraan menghilangkan jarak anak mampu dan kurang mampu,   dan pendidikan budipekerti yang diberikan secara substantif oleh  guru. Jika terjadi masalah pada anak dibina oleh tenaga guru bimbingan dan konseling (BK). (DN_AN - KRS)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com