HIV/AIDS Harus Ditanggulangi Dengan Serius - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

4/11/14

HIV/AIDS Harus Ditanggulangi Dengan Serius



Dewata News - Denpasar

Gubernur Bali  Made Mangku Pastika mengungkapkan bahwa penanggulangan terhadap penyakit HIV/AIDS di Bali belum sepenuhnya bisa terlaksanakan dan sangat perlu dicarikan solusi untuk proses penanggulangannya agar bisa lebih cepat.

“Hal itu yang belum bisa kita tanggulangi penuh, harus dicari jalan terus bagaimana caranya itu, kalau yang lain saya kira sudah, terkait dengan pengangguran, kemiskinan, pendidikan kita sudah baik semua dan kedepan tentu harus lebih baik lagi,” ungkap Pastika usai menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Provinsi Bali Tahun 2013 dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Prov. Bali, Jumat (11/4/2014).

Pastika juga menghimbau kepada masyarakat tentang kesadaran dirinya terhadap adanya kafe-kafe liar di Bali agar tidak terus menjadi konsumen ditempat tersebut, yang bukan semata karena Bali merupakan daerah pariwisata tetapi lebih kepada kesehatan masyarakat itu sendiri.

“Saya pernah mendengar informasi tentang lebih dari 20% Pekerja Seks Komersial (PSK) yang beroperasi di Bali itu sudah terkena HIV/AIDS. Ini mengerikan sekali, jika ada 1000 orang maka 200 orang sudah terinveksi dan ini baru yang ketahuan yang tidak ketahuan juga masih banyak,” terangnya.

“Itu kembali yang saya himbau kepada masyarakat Bali tolong hati-hati, kita kan sudah tahu penularannya adalah melalui kontak seksual, jadi tolong jangan,” Ia menambahkan. Pastika juga menegaskan bahwa tidak ada lokalisasi terhadap berdirinya kafe-kafe liar tersebut. “Tidak ada yang resmi dan kita juga tidak pernah ada lokalisasi berarti kembali kesadaran yang punya tempat, dan ini problemnya adalah problem kesadaran yang ada dalam diri kita masing-masing,” tegasnya.

Saat diwawancara awak media, Pastika juga meminta kepada para wartawan yang mengetahui tempat keberadaan kafe-kafe liar atau semacamnya agar kiranya bisa disebutkan satu persatu. Bersama para wartawan Pastika menyebutkan “Ada di Padang Galak, Danau Tempe, Danau Poso, Belanjong, Gunung Raung, Bung Tomo, Lumintang, di Buleleng ada di Bungkulan, Terminal Persiapan, di Jembrana juga ada Pangkung Karung dan mungkin masih banyak lagi,” katanya.

“Tujuan saya menanyakan satu-satu tempat tersebut agar para media menulisnya dan masyarakat disekitar tempat tersebut tahu dan harus menolaknya,” Pastika menegaskan. Pastika kembali menghimbau kepada masyarakat sekitar harus ada penolakan terhadap hal tersebut. Yang bisa dilakukan untuk hal seperti ini adalah mempersulit operasinya dengan jalan penolakan dari masyarakat, dan para konsumen juga harus menahan diri. Gak perlu membeli itu, kalau tidak ada konsumennya kan gak ada yang jualan. Ini adalah hukum pasar, makin banyak konsumennya makin banyak yang jualan,” tutupnya. (DN - SB)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com