
Buleleng (Dewata News) — Suntik silikon ilegal dan membahayakan kesehatan, disinyalir marak di kalangan masyarakat, bahkan sudah masuk ke daerah pedesaan di Kabupaten Jembrana, Bali.
”Kami
pernah mendengar adanya praktek suntik ilegal silikon tersebut, tapi sayangnya
sampai saat ini tidak ada yang melapor, baik ke kami maupun kepolisian,
sehingga kami sulit melacak pelakunya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jembrana,
dr Putu Suasta, MKes, saat dikonfirmasi di Negara, Sabtu (12/04).
Informasi yang dihimpun, suntik silikon yang dilakukan orang tanpa
sertifikat keahlian ini, tidak hanya dilakukan pada bagian tubuh yang sudah
umum seperti wajah dan payudara, tapi juga kemaluan laki-laki.
Beberapa laki-laki yang ingin alat vitalnya bertambah besar, rela membayar
Rp400.000 hingga Rp700.000, untuk disuntik silikon tanpa tahu efek negatif bagi
kesehatan mereka.
Bahkan, dari kalangan masyarakat beredar kabar, ada salah seorang warga
di Kecamatan Negara, yang terpaksa dilarikan ke RSU Sanglah, Denpasar, karena
mengalami pembusukan pada alat vitalnya yang disuntik silikon tersebut.
“Suntik
silikon, apalagi dilakukan orang yang tidak memiliki keahlian. sangat
berbahaya. Kalau bagian alat vital yang disuntik, efeknya adalah infeksi atau
pembusukan, sehingga harus dilakukan amputasi,” ujar Suasta.
Karena
tidak ada laporan resmi dari masyarakat yang dirugikan, ia mengaku, hanya bisa
mengingatkan saat pertemuan langsung baik di dusun-dusun maupun sekolah.
“Bahaya yang diakibatkan tidak hanya infeksi, tapi juga rawan tertular
HIV/AIDS, karena jarum yang digunakan untuk memasukkan silikon belum tentu
steril,” katanya.
Ia
berharap, warga yang dirugikan dengan praktek ini melapor ke polisi, agar
pelakunya bisa diringkus, sehingga tidak merugikan warga lainnya.
Menurutnya, dari sisi apapun, praktek suntik silikon tanpa mematuhi
standar dan syarat yang ditentukan, adalah pelanggaran terhadap hukum dan
kesehatan masyarakat.
“Silikon
itu harus terus menerus diganti saat masanya habis, dengan biaya yang cukup
tinggi. Bagi masyarakat yang sudah menggunakan, apalagi pada bagian alat
vitalnya sangat berbahaya ke depannya. Tidak hanya impoten, tapi juga bisa
diamputasi,” ujarnya. (DN-ant)
No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com