Tokoh Olahraga Buleleng "Agus Sadikin Bakti" Tutup Usia

Agus Sadikin Bakti © foto by Ist Buleleng, Dewata News. Com —  Ketika PB PBSI menelorkan atlet pebulutangkis dunia Liem Swie King, te...

Agus Sadikin Bakti © foto by Ist

Buleleng, Dewata News. Com — Ketika PB PBSI menelorkan atlet pebulutangkis dunia Liem Swie King, ternyata PBSI Cabang Buleleng yang kini Pengkab PBSI Buleleng mempunyai pelopor olahraga Swie King yang memiliki nama lengkap nama lengkap Agustinus Agus Sadikin Bakti.

Namun, tak dinyana ketika kabar duka datang yang menjadikan dunia olahraga Buleleng berduka. Karena tokoh besar bulutangkis, Agus Sadikin Bakti menghembuskan nafas terakhirnya, Jumat (02/02) sekitar pukul 05.05 wita di RSUD Kabupaten Buleleng.

Agus Sadikin Bakti yang akrab disapa Asbak, lahir di Tabanan, 18 Agustus 1940, meninggal dunia di usia 78 tahun, karena sakit yang lama dideritanya. Sebelum menghembuskan napas terakhir, Agus Sadikin Bakti sempat selama hampir tiga pekan dirawat di RSUD Buleleng, sejak 13 Januari 2018 lalu. Pembina olahraga yang memiliki nama lengkap Agustinus Agus Sadikin Bakti dan akrab dipanggil Asbak ini dilarikan ke RSUD Buleleng di Jalan Ngurah Rai Singaraja atas keluhan sesak napas.

Almarhum Agus Sadikin sebetulnya sudah cukup lama menderita penyakit parkinson. Terakhir, ayah dari mantan atlet bulutangkis andalan Bali, Made Chandra Berata, ini mengalami sesak napas, hingga harus dirawat di Ruang ICU RSUD Buleleng dengan bantuan Oksigen.

Selama hidupnya, Agus Sadikin dikenal memiliki dedikasi yang tinggi dalam perkembangan olahraga di Buleleng, bahkan Bali. Hampir separuh hidupnya diabdikan untuk membina olahraga. Almarhum Agus Sadikin membangun wadah pembinaan berbagai cabang olahraga bertajuk Menang Kalah Sehat (MKS) Singaraja dan banyak menelorkan atlet berprestasi.

Bahkan, putra keduanya Made Chandra Berata yang akrab disapa Herry pernah menjadi pemain bulutangkis andalan Bali dan sempat lama menjadi pelatih nasional bulutangkis Kamboja, pasca pensiun sebagai atlet.

Sebagai seorang Pembina Olahraga dengan dedikasi tinggi, almarhum Agus Sadikin Bakti sempat mendapat penghargaan dari SIWO/PWI Bali sebagai ”Pengerak Terbaik Olahraga di Bali Tahun 1981”. Kemudian, Pemkab Buleleng menganugerahi almarhum penghargaan ”Satya Krida Nugraha Tahun 2008”.

Mendengar kabar duka tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Gede Suyasa menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya Agus Sadikin Bakti.

”Dari Disdikpora Kabupaten Buleleng menyampaikan ucapan duka yang mendalam, beliau adalah salah satu dari tokoh olahraga di Buleleng, dan tentu kita berharap arwah beliau mendapat tempat di sisi-Nya, dan kita yang ditinggalkan ini juga memiliki semangat untuk melanjutkan perjuangan, memajukan olahraga di Buleleng”, ucapnya.

Sementara itu, Ketua Harian Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Buleleng Putu Putradana merasa sangat kehilangan seorang tokoh panutan.

”Pengkab PBSI Buleleng merasa kehilangan seorang tokoh, seorang panutan, momentum yang sangat mengharukan bagi kami di awal tahun ini. Kami sangat kehilangan beliau, karena beliau lah penggerak motor dari jalannya organisasi bulutangkis di Bali”, ungkap Putradana pilu. 

Almarhum Agus Sadikin berpulang buat selamanya dengan meninggalkan istri tercinta Ni Luh Dwiasmi (75), serta 6 orang anak, seperti Putu Kusuma Wijaya, Made Chandra Barata, Nyoman Paska Hermawan, Ketut Rusdi Oktivia, Mila Krisna Silayati (MKS), dan Evi Octavia.

Saat ini jenazah tokoh pembina olahraga yang sempat selama 31 tahun menjabat sebagai Sekretaris KONI Buleleng periode 1975-2006 ini masih disemayamkan di rumah duka, Jalan Dewi Sartika Singaraja.

Rencananya, jenazah Agus Sadikin akan dikebumikan di makam keluarga Taman Bakti, Lingkungan Kayu Buntil, Kelurahan Kampung Anyar, Singaraja, Senin – tanggal 5 Februari 2018 nanti. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 787638976653731854

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

YURA Shop

item