Odalan di Pura Sangga Bhuwana DPRD Buleleng

Buleleng, Dewata News. Com — Hari Senin, tanggal 14 November 2016 ini,  Purnama sasih Kelima. Bertepatan dengan Purnama sasih Kelima in...


Buleleng, Dewata News. Com — Hari Senin, tanggal 14 November 2016 ini,  Purnama sasih Kelima. Bertepatan dengan Purnama sasih Kelima ini, upacara Piodalan selain berlangsung di sejumlah Pura,  juga di  Pura Dalem, Desa Pakraman Banyuasri, Pura Dalem Pulasari, Dusun Bantas ,Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng.

Sekretariat DPRD Buleleng juga melaksanakan upacara Piodalan di Pura Sanggha Bhuwana. Upacara piodalan kali ini dipuput oleh Ida Pedanda Putra Kemenuh, Geriya Penarukan, dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Gede Supriatna, SH bersama anggota, Sekwan DPRD Buleleng I Gede Wisnawa.SH bersama seluruh pegawai sekretariat DPRD Buleleng.

Mewarnai upacara piodalan ini dengan tari-tarian dan kesenian Bondres. Menurut I Gede Wisnawa.SH, melalui piodalan ini diharapkan nanti membawa kedamaian dan keselamatan dalam melaksanakan tugas di sekretariat DPRD Kabupaten Buleleng.

Di saat Odalan, semua warga dan sanak keluarga berkumpul saling melepas rindu karena bertempat tinggal jauh dan jarang bertemu namun akan terasa lebih dekat di hati.

Beginilah Sang Purnama Mengajarkan
   Mari belajar dari terangnya sinar bulan purnama dan kali ini, bulan mengajarkan tentang apresiasi. Bulan memberikan sinarnya pada makhluk bumi bukan setiap hari, tidak pula setiap saat. Ia hanya memberi cahaya ketika malam tiba, itupun bukan di setiap malamnya.

Ia punya siklus dalam memberi cahayanya. Setiap fasenya memiliki makna, memiliki variasi. Ia tak kan memberi purnama setiap hari, karena jika itu terjadi maka purnama tidak akan nampak istimewa. Dan akan tidak terlalu berkesan bagi bumi. Karena itulah, kadang sang bulan bersembunyi, kadang memberikan sinar tipisnya, tak jarang pula menggoda dengan semburat sabitnya. Bulan punya banyak cara untuk menyinari.

Begitu pula dengan apresiasi, ia tak boleh diharapkan setiap saat, apalagi dari semua orang. Bagaikan purnama, apresiasi pun akan datang bukan setiap waktu dan untuk semua orang. Apresiasi hanyalah semburat temaram ketika ada yang kelelahan, agar memberi semangat lagi bagi langkah–langkah kaki untuk terus berjalan. Apresiasi tak boleh diharapkan, karena ia akan nampak sangat istimewa ketika datangnya tak direncanakan. Rasa mengharapkan apresiasi inilah, yang bsa jadi akan merusak amal itu sendiri. Ketika tanpa disadari, niat menjadi demi apresiasi si ini dan si ini, hingga akhirnya niatan awal yang demikian lurus pun tergerogoti.

   Bagaikan malam yang tetap akan berputar meski sang bulan tak bersinar. Begitu pula dengan apresiasi, teruslah beramal, beramal, dan beramal…dengan atau tanpa apresiasi manusia. Karena,…Bukankah Tuhan telah membeli jiwa dan harta kita ??? ( DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 1799073341016510300

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item