Gubernur Pastika Jamu Makan Malam bagi Peserta Pertemuan Museum Nasional 2016

Denpasar, Dewata News. Com - Gubernur Bali made Mangku pastika menjamu para peserta pertemuan museum nasional 2016 di Jaya Sabha yang me...


Denpasar, Dewata News. Com - Gubernur Bali made Mangku pastika menjamu para peserta pertemuan museum nasional 2016 di Jaya Sabha yang merupakan kediaman Gubernur Bali, Rabu (1/6). Peserta yang berasal dari seluruh indonesia ini baru saja mengadakan pertemuan di Sanur Paradise pada 30 Mei lalu. Pada kesempatan itu  Pastika menjelaskan secara singkatvkepada para peserta  secara singkat mengenai sejarah Jaya Sabha yang merupakan salah satu peninggalan kisah sejarah rakyat Bali.Dimana “Jaya” artinya kemenangan dan “Sabha” artinya tempat atau rumah. Jadi nama Jaya Sabha berarti rumah kemenangan. Dahulu, Jaya Sabha adalah Pusat Kerajaan Badung. Pada tahun 1906, terjadi Perang Puputan Badung melawan Kolonial Belanda.

“Sejak kekalahan kerajaan Badung, tempat ini diambil alih oleh Pemerintah Belanda. Barulah pada awal kemerdekaan, tempat ini diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dan sejak terbentuknya Provinsi Bali, tempat ini menjadi kediaman resmi Gubernur Bali hingga saat ini,”paparnya.


Dilanjutkan Pastika, di area Jaya Sabha terdapat dua peninggalan bersejarah yang masih ada dan disucikan sampai saat ini yaitu Pura keluarga atau merajan Puri dan pohon beringin yang sampai saat ini masih dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan berbagai upacara Hindu seperti Ngaben.Sehingga Pemerintah Daerah berkewajiban untuk melestarikan peninggalan sejarah bangsa ini.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Bali tersebut mengatakan jika keberadaan museum saat ini sangat tergantung pada tumbuh dan berkembangnya kebudayaan disekitarnya. Kemajuan pariwisata modern sedapat mungkin harus diarahkan untuk turut melestarikan kebudayaan dalam segala aspeknya termasuk berkembangnya para seniman dan budayawan dengan produktivitas berkarya yang tinggi. Pastika mengatakan jika saat ini di Bali terdapat 32 museum yang sebagian besar dikelola oleh swasta atau para budayawan sendiri dan berkembang dengan baik.
 
“Hal ini disebabkan oleh kemampuan manajerial, juga didukung oleh perkembangan kebudayaan daerah dan kemajuan pariwisata Bali. Bahkan beberapa museum di Bali merupakan museum terbaik di tanah air dan juga dunia. Hal ini memang tidak mengherankan mengingat komunikasi dan pergaulan budayawan Bali sudah mendunia, sehingga transformasi manajerial dalam pengelolaan museum berlangsung ceat,” ungkapnya. (DN - AN)

Berita Terkait

Breaking News 6056786913024336802

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item