Gianyar, dewatanews.com – Kebutuhan darah di Kabupaten Gianyar mencapai 1.000 hingga 1.200 kantong setiap bulan. Di tengah kebutuhan yang terus berjalan dan sulit diprediksi, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gianyar mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai bagian dari yadnya—pengorbanan tulus untuk membantu sesama.
Ketua PMI Kabupaten Gianyar, Ni Made Ratnadi, mengatakan ketersediaan darah sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Karena itu, donor darah sukarela perlu dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika ada keluarga atau kerabat yang membutuhkan transfusi.
“Jangan menunggu ada keluarga atau orang terdekat yang membutuhkan darah baru kita tergerak untuk donor. Dengan donor darah rutin, kita bisa membantu menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan setiap saat,” ujar Ratnadi, Jumat (2/10).
Kebutuhan Darah Capai 1.200 Kantong per Bulan
Ratnadi menjelaskan, kebutuhan darah di Gianyar rata-rata mencapai 1.000–1.200 kantong setiap bulan untuk mendukung pelayanan kesehatan. Kebutuhan tersebut dapat berubah mengikuti kondisi pasien, tindakan medis, serta permintaan dari fasilitas pelayanan kesehatan.
Karena itu, PMI Gianyar tidak bisa hanya mengandalkan donor darah yang bersifat insidental. Kegiatan donor perlu dilakukan secara terencana, rutin, dan berkelanjutan agar stok tetap tersedia ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.
PMI Gianyar melalui Unit Transfusi Darah (UTD) bersama jajaran markas terus menggelar kegiatan donor darah di berbagai wilayah. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat umum, generasi muda, perusahaan, hingga instansi pemerintahan.
Pola jemput bola juga dilakukan dengan mendatangi lingkungan kerja maupun berbagai lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan donor. Langkah ini diharapkan memudahkan masyarakat untuk berpartisipasi tanpa harus menunggu kegiatan donor berskala besar.
Donor Darah Dimaknai sebagai Yadnya
Bagi masyarakat Bali, donor darah juga dapat dimaknai sebagai bentuk yadnya, yakni pengorbanan tulus untuk membantu kehidupan orang lain tanpa mengharapkan imbalan.
Ratnadi menilai nilai tersebut sejalan dengan semangat kemanusiaan yang menjadi dasar kegiatan donor darah. Selain membantu pasien, kebiasaan donor secara sukarela juga diharapkan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Donor darah sebaiknya dilakukan secara rutin. Dengan mendonorkan darah, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga memberikan kesempatan bagi tubuh untuk membentuk sel-sel darah baru,” katanya.
Ia menjelaskan, donor darah umumnya dapat dilakukan dengan interval sekitar tiga bulan, namun setiap calon pendonor tetap harus melalui pemeriksaan dan dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan oleh petugas.
Generasi Muda hingga Perusahaan Diajak Terlibat
PMI Gianyar juga memperluas sasaran donor dengan mendorong keterlibatan generasi muda. Kesadaran untuk berdonor sejak usia yang memenuhi persyaratan diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif dan budaya sukarela dalam jangka panjang.
Perusahaan dan instansi pemerintahan juga menjadi bagian penting dalam gerakan tersebut. Kegiatan donor darah di lingkungan kerja dinilai dapat menjadi sarana untuk membangun solidaritas sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Saat ini pelayanan PMI Gianyar didukung 23 personel Unit Transfusi Darah dan 14 personel markas yang menjalankan berbagai pelayanan kemanusiaan, mulai dari penggalangan pendonor hingga mendukung ketersediaan darah untuk kebutuhan transfusi.
Golongan Darah O Masih Perlu Perhatian
Meski seluruh golongan darah tetap dibutuhkan, Ratnadi menyebut golongan darah O masih menjadi salah satu perhatian dalam menjaga ketersediaan stok.
Karena itu, PMI mengajak masyarakat dari berbagai golongan darah untuk ikut berdonor secara sukarela. Semakin banyak masyarakat yang terlibat, semakin kuat pula upaya menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.
Ratnadi berharap donor darah tidak lagi dipandang sebagai kegiatan yang dilakukan hanya ketika terjadi keadaan darurat. Sebaliknya, donor darah diharapkan menjadi kebiasaan sosial yang dilakukan secara rutin.
Dengan kebutuhan yang mencapai hingga 1.200 kantong per bulan, PMI Gianyar menilai partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan stok darah sekaligus menghidupkan semangat yadnya dan gotong royong dalam kemanusiaan.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com