Denpasar, dewatanews.com – Peluang sapi Bali menembus pasar internasional kembali dijajaki. Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan Menteri Pertanian Timor-Leste, Marcos Da Cruz, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Kamis (22/10), untuk membahas potensi ekspor sapi Bali guna mendukung pengembangan peternakan dan ketahanan pangan di Timor-Leste.
Salah satu poin yang dibahas adalah kemungkinan pasokan hingga 10.000 ekor sapi Bali. Namun, jumlah tersebut masih berupa potensi awal yang harus diverifikasi melalui pendataan dan kajian teknis sebelum dapat ditindaklanjuti sebagai rencana perdagangan.
Pertemuan ini menjadi langkah lanjutan dalam penjajakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Timor-Leste. Kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang pasar baru bagi peternak Bali sekaligus mendukung peningkatan populasi dan kualitas ternak di Timor-Leste.
Pasokan 10.000 Ekor Perlu Pendataan
Gubernur Koster menekankan pentingnya memastikan ketersediaan sapi berdasarkan kondisi riil di lapangan. Pendataan akan mencakup jumlah ternak yang siap dipasarkan, usia, jenis kelamin, asal ternak, serta kondisi kesehatan hewan.
Kesiapan peternak dan fasilitas pendukung juga menjadi perhatian agar potensi perdagangan dapat direalisasikan tanpa mengabaikan kebutuhan peternak lokal maupun keberlanjutan populasi sapi Bali.
Verifikasi tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan bahwa jumlah ternak yang berpotensi dipasok benar-benar tersedia dan memenuhi persyaratan perdagangan.
Persyaratan Ekspor Jadi Perhatian
Selain ketersediaan ternak, realisasi ekspor sapi Bali ke Timor-Leste memerlukan pemenuhan berbagai persyaratan teknis dan administratif.
Aspek yang perlu dipersiapkan meliputi kesehatan hewan, karantina, transportasi ternak, kapasitas pengiriman, serta prosedur perdagangan internasional yang berlaku di kedua negara.
Koordinasi dengan kementerian dan lembaga berwenang diperlukan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan, sekaligus memberikan kepastian bagi pemerintah, pelaku usaha, dan peternak yang terlibat.
Tak Hanya Perdagangan, Kualitas Peternakan Juga Didorong
Kerja sama Bali dan Timor-Leste juga berpeluang dikembangkan di luar perdagangan ternak. Kedua pihak dapat menjajaki pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang peternakan.
Sejumlah bidang yang berpotensi dikembangkan antara lain pembibitan, peningkatan mutu genetik ternak, pengelolaan peternakan, serta peningkatan keterampilan peternak.
Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya melalui perluasan pasar sapi Bali, tetapi juga melalui penguatan kualitas dan produktivitas sektor peternakan.
Pemprov Bali Siapkan Tindak Lanjut
Pemerintah Provinsi Bali mendorong agar penjajakan kerja sama tersebut ditindaklanjuti melalui koordinasi teknis dengan Pemerintah Timor-Leste serta kementerian dan lembaga terkait.
Pembahasan lanjutan diperlukan untuk memetakan kebutuhan ternak, memastikan potensi pasokan, menyelaraskan persyaratan ekspor, dan menyiapkan sarana serta prasarana pendukung.
Di sisi lain, kepentingan peternak lokal dan keberlanjutan populasi sapi Bali tetap menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan peluang perdagangan ini.
Melalui koordinasi yang berkelanjutan, penjajakan ekspor sapi Bali diharapkan berkembang menjadi kerja sama konkret yang saling menguntungkan, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi Bali dan Timor-Leste di sektor peternakan.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com