Putri Koster: Lindungi Endek Bali dari Hulu hingga Hilir, Jangan Sampai Kehilangan Identitas - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

10/3/26

Putri Koster: Lindungi Endek Bali dari Hulu hingga Hilir, Jangan Sampai Kehilangan Identitas


Badung, dewatanews.com – Upaya melestarikan kain tenun Endek Bali tidak cukup hanya dengan meningkatkan penggunaan dan pemasaran. Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, menegaskan perlindungan Endek harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hulu, proses produksi, hingga hilir.

Menurut Putri Koster, penguatan promosi dan permintaan pasar harus diiringi dengan penjagaan terhadap kualitas, motif, proses produksi, serta karakter khas Endek Bali. Hal ini penting agar perkembangan industri wastra tidak justru menghilangkan identitas budaya yang diwariskan para leluhur.

“Untuk menjaga keberadaan kain tenun tradisional Endek Bali, harus ada upaya perlindungan dari hulu hingga hilir. Ketika di hilir keberadaannya mulai diangkat, maka di hulu dan bagian tengahnya juga harus dijaga. Jangan sampai produksinya keluar dari koridor yang akhirnya membuat kita kehilangan identitas warisan leluhur,” ujar Putri Koster saat menghadiri Journey of Wastra, rangkaian peringatan HUT ke-36 Discovery Kartika Plaza Hotel, di Beach Gate, Discovery Kartika Plaza Hotel, Badung, Jumat (2/10).

Ia menilai setiap daerah di Nusantara memiliki kekayaan wastra dengan karakter dan ciri khas masing-masing. Karena itu, keberagaman tersebut harus dipertahankan dan tidak diseragamkan.

Selain menjaga keberlangsungan produksi, Putri Koster juga menyoroti perlunya perlindungan terhadap ide, desain, dan motif karya para perajin. Regulasi serta penegakan hukum terkait kekayaan intelektual dinilai penting agar karya perajin tidak digunakan pihak lain tanpa memperhatikan hak penciptanya.

“Kalau ada yang memiliki ide dan motif kemudian diambil oleh pihak lain, aturan dan sanksinya harus ditegakkan. Kalau kita diam saja, kita akan semakin kehilangan warisan kita. Jangan menyamakan satu daerah dengan daerah lainnya karena masing-masing harus memiliki dan mempertahankan ciri khasnya,” tegasnya.

Dari sisi ekonomi, Putri Koster mendorong terciptanya ekosistem yang mempertemukan perajin dengan pasar. Dekranasda Provinsi Bali, salah satunya, menyediakan ruang di Art Center sebagai wadah pemasaran produk kerajinan lokal agar karya para perajin semakin dikenal dan memiliki akses pasar lebih luas.

Menurutnya, meningkatnya permintaan terhadap Endek Bali dapat membuka peluang bagi perajin untuk meningkatkan produksi sekaligus mengembangkan kreativitas dan variasi motif. Namun, peningkatan kuantitas tetap harus berjalan seimbang dengan kualitas dan karakter Endek dari daerah asalnya.

Regenerasi konsumen juga menjadi kunci keberlanjutan Endek Bali. Generasi muda, kata Putri Koster, perlu didorong untuk mencintai produk lokal dan diberi ruang untuk mengembangkan penggunaan Endek sesuai selera serta perkembangan fesyen, tanpa menghilangkan identitas wastra tersebut.

“Anak-anak muda harus kita ajarkan mencintai produk lokal terlebih dahulu. Setelah itu, biarkan mereka menggunakan dan mengembangkannya sesuai selera masing-masing, tetapi tetap dengan bahan Endek yang kita miliki,” katanya.

Putri Koster juga mendorong penguatan kolaborasi antara Dekranasda Provinsi Bali, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Setiap pihak diharapkan menjalankan tugas dan kewenangannya, termasuk dalam perlindungan kekayaan intelektual serta penegakan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Journey of Wastra menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan wastra Bali kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk wisatawan mancanegara. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang promosi bagi perajin dan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) Bali.

Rangkaian kegiatan diisi dengan pameran karya perajin IKM Bali, kegiatan membatik, talk show, serta peragaan busana. Talk show menghadirkan Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya Kementerian Perindustrian Dickie Sulistya Aprilyanto, Creative Director Idon Pande, serta Coordinator of Fashion Design Tjok. Istri Ratna.

Peragaan busana juga menampilkan karya desainer Cok Abi, Padmi, serta desainer dari Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya Kementerian Perindustrian.

Melalui kegiatan tersebut, wastra Bali diharapkan semakin berkembang sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus memiliki nilai tambah ekonomi bagi perajin dan pelaku industri kreatif Bali.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com