Jembrana, dewatanews.com – Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerjasama dengan pemerintah daerah kabupaten jembrana dan masyarakat setempat telah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa kajian perlindungan pantai Cupel sejak tahun 2025 sampai 2026.
Upaya perlindungan Pantai Cupel ini ditujukan untuk menangani abrasi agar dapat digunakan sebagai kontribusi dalam menjaga dan mengembangkan potensi wisata bahari serta berbagai kegiatan masyarakat di kawasan pesisir.
Dalam hal ini pengabdian masyarakat tersebut turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, diantaranya Pelabuhan Perikanan Pengambengan, DKM Masjid Pantai Jembrana, Yayasan Masjid Pantai Indonesia, masyarakat pesisir, serta Koperasi Kakao Kerta.
Untuk mengintegrasikan perlindungan pantai dengan pengembangan pariwisata, pada tahun 2026 ini tim pengabdian masyarakat ITB juga melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Jembrana. Pertemuan tersebut membahas usulan perlindungan Pantai Cupel dalam rencana pengembangan pariwisata daerah. Dapat disimpulkan bahwa Pantai Cupel sendiri merupakan salah satu objek wisata di Kabupaten Jembrana.
Namun, kemunduran garis pantai yang terjadi di kawasan tersebut turut mengancam fasilitas dan aktivitas masyarakat di pesisir. Kondisi tersebut juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang banyak bergantung pada kegiatan penangkapan ikan. Program lanjutan pada 2026 ini berfokus pada penyusunan konsep pengendalian abrasi dengan kombinasi sand nourishment dan struktur groin.
Melalui perlindungan pantai yang diusulkan tersebut diharapkan pemulihan garis pantai dapat membuat kawasan Pantai Cupel lebih stabil sekaligus mendukung berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan budaya dan wisata bahari.
Selain itu, sejumlah kegiatan juga berpotensi dikembangkan di kawasan tersebut, seperti Festival Layangan dan rencana Festival Coklat yang merupakan hasil kolaborasi dengan Koperasi Kakao Kerta. Pengembangan kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi Pantai Cupel sebagai ruang aktivitas masyarakat sekaligus kawasan wisata bahari.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com