Buleleng, dewatanews.com – Di tengah tantangan musim kemarau, Kabupaten Buleleng mencatat hasil menggembirakan dari uji coba penanaman padi varietas unggul Bridantara 8. Produktivitasnya mencapai 10,576 ton gabah kering panen (GKP) per hektare, membuka peluang peningkatan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Capaian tersebut ditandai dengan panen bersama di lahan seluas lima hektare milik Pemerintah Kabupaten Buleleng, yang berlokasi di Balai Benih Grokgak, Desa Sangalangit, Kecamatan Gerokgak, Selasa (27/10).
Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Buleleng, Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN), Bank Indonesia Provinsi Bali, petani, serta sejumlah pihak yang berkomitmen mendorong kemajuan sektor pertanian.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, mengapresiasi inovasi dan kerja sama yang menghasilkan capaian tersebut. Menurutnya, produktivitas di atas 10 ton per hektare menjadi potensi besar yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan hasil pertanian di Buleleng.
“Ini capaian yang luar biasa. Selama ini, kita jarang menemukan varietas padi yang mampu menghasilkan lebih dari 10 ton per hektare di Buleleng. Hasil ini menunjukkan besarnya potensi varietas unggul Bridantara 8 untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” ujarnya.
Supriatna menegaskan, peningkatan produksi pertanian tidak cukup hanya mengandalkan varietas unggul. Dukungan benih bermutu, pupuk, ketersediaan air, alat dan mesin pertanian, teknologi, hingga penanganan pascapanen dan pemasaran harus diperkuat secara terintegrasi.
Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan agar lahan produktif tetap terjaga di tengah perkembangan wilayah.
Sementara itu, Dewan Pembina Yayasan Swatantra Pangan Nusantara, Prof. (H.C.) Dr. Drs. Akmal Malik, M.Si., menilai keberhasilan uji coba Bridantara 8 berpotensi menjadi model pengembangan pertanian yang dapat diterapkan di wilayah lain.
“Bayangkan, dalam kondisi kemarau saja kita bisa menghasilkan sekitar 10,5 ton per hektare. Ini membuktikan bahwa dengan inovasi, kerja bersama, dan komitmen yang kuat, peningkatan produksi pangan bukan sesuatu yang mustahil,” tegasnya.
Akmal menambahkan, kemandirian pangan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, yayasan, hingga petani. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar inovasi pertanian dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain panen bersama, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada sejumlah subak di Buleleng.
Subak Grokgak di Desa Grokgak, Subak Lanyahan Jagaraga di Desa Jagaraga, dan Subak Babakan Aungan di Desa Penglatan masing-masing menerima satu unit mini combine harvester. Sementara itu, Subak Banyumala di Kelurahan Banyuasri memperoleh dua unit traktor dan power sprayer.
Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap keberhasilan uji coba Bridantara 8 menjadi langkah awal untuk memperluas pemanfaatan varietas unggul, mengoptimalkan aset pertanian daerah, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi berkelanjutan, Buleleng diharapkan semakin berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan Bali sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Daerah Buleleng Gede Suyasa, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Achmad Setyawan Syah, S.Pd., M.I.P., Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng Gede Melandrat, serta Camat Gerokgak I Gede Arya Rimbawa Giri.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com