Hadiri ICANN87 di Bali, Gubernur Koster Perjuangkan Domain .Bali Segera Hadir di Internet Global - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

10/20/26

Hadiri ICANN87 di Bali, Gubernur Koster Perjuangkan Domain .Bali Segera Hadir di Internet Global


Badung, dewatanews.com – Gubernur Bali Wayan Koster memanfaatkan momentum pertemuan internet dunia ICANN87 untuk memperjuangkan domain khusus .Bali agar segera hadir dan digunakan di ruang digital global. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat identitas Bali di internet sekaligus memperluas pengenalan budaya dan potensi Pulau Dewata di tingkat internasional.

Perjuangan tersebut disampaikan Koster saat menghadiri pembukaan Annual General Meeting (AGM) 2026 Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) di The Westin Resort Nusa Dua, Badung, Senin (19/10).

Koster mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Bali sebagai tuan rumah pertemuan internasional yang mempertemukan komunitas internet dari berbagai negara tersebut. Menurutnya, forum ini menjadi kesempatan strategis untuk mendorong pengakuan domain .Bali dalam ekosistem internet global.

“Ini merupakan sebuah kehormatan bagi Bali karena terpilih menjadi tuan rumah,” ujar Koster.

Ia menegaskan, pemerintah daerah terus memperjuangkan agar domain .Bali dapat digunakan sebagaimana domain lain yang telah dikenal luas, seperti .id dan .com.

“Ini yang sedang kami perjuangkan. Yang sudah diakui kan ada .id, .com dan domain lainnya. Sementara domain .Bali tengah kami perjuangkan melalui forum ini. Kita ikuti prosedurnya, untuk tahap pertama sudah lolos karena memang belum ada yang menggunakan nama domain itu,” ucapnya optimistis.

Selain memperjuangkan identitas digital Bali, Koster menyambut positif penyelenggaraan ICANN87 yang turut membahas keamanan digital. Sebagai destinasi pariwisata dunia, Bali dinilai memiliki kepentingan besar dalam memperkuat sistem keamanan internet untuk mendukung pelayanan, aktivitas ekonomi, dan kepercayaan masyarakat terhadap ruang digital.

ICANN87 Hadirkan 2.500 Peserta dari 149 Negara

Pertemuan ICANN87 berlangsung pada 17–22 Oktober 2026 dan melibatkan sekitar 2.500 peserta dari 149 negara. Forum ini mempertemukan perwakilan pemerintah, pelaku industri, pakar teknis, serta organisasi masyarakat sipil untuk membahas perkembangan kebijakan, keamanan, dan tata kelola internet global.

Penyelenggaraan ICANN87 dilakukan oleh ICANN bersama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), dengan dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta Pemerintah Provinsi Bali. Pertemuan ini juga menjadi pertemuan publik ICANN pertama yang diselenggarakan di Indonesia.

Acara pembukaan dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid, Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua Dewan Direksi ICANN Tripti Sinha, Presiden dan CEO ICANN Kurtis Lindqvist, serta Ketua PANDI Isnawan Aslam.

Dalam sambutannya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik di tengah pertumbuhan penggunaan internet. Menurutnya, konektivitas perlu diimbangi dengan perlindungan dan tata kelola yang mampu menciptakan ruang digital yang aman serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Memasuki dekade berikutnya, tanggung jawab kita bukan sekadar mengakomodasi pertumbuhan internet yang terus berlangsung, tetapi juga menjaga kepercayaan yang menjadikan internet bermakna. Konektivitas membuka ruang partisipasi, pertumbuhan menciptakan peluang, dan perlindungan membangun kepercayaan yang diperlukan untuk menjaga keduanya,” katanya.

Perkuat Identitas Digital dan Keamanan Internet

Ketua PANDI Isnawan Aslam menyebut penyelenggaraan ICANN87 di Indonesia sebagai tonggak penting sekaligus wujud komitmen Indonesia dalam mendukung ekosistem internet global.

Ia menegaskan, pengelolaan domain .id tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas digital bangsa.

Sementara itu, Ketua Dewan Direksi ICANN Tripti Sinha menyoroti pentingnya model tata kelola internet multipemangku kepentingan (multistakeholder) untuk menjaga kepercayaan publik. Ia juga menyinggung sepuluh tahun transisi pengawasan fungsi Internet Assigned Numbers Authority (IANA) sebagai salah satu bukti pentingnya model tata kelola tersebut di tengah perubahan teknologi dan dinamika geopolitik.

Presiden dan CEO ICANN Kurtis Lindqvist turut menekankan perlunya keterkaitan yang lebih kuat antara strategi, penentuan prioritas, penganggaran, dan implementasi agar proses kerja organisasi berlangsung lebih jelas dan transparan.

Dalam rangkaian pembukaan, ICANN juga menganugerahkan Dr. Tarek Kamel Award for Capacity Building 2026 kepada Hartmut Glaser atas kontribusinya dalam pengembangan kapasitas tata kelola internet di tingkat lokal, regional, dan global.

Selama enam hari pelaksanaan, ICANN87 menghadirkan lebih dari 200 sesi diskusi dan pertemuan kerja. Sejumlah agenda utama mencakup penanggulangan penyalahgunaan DNS (DNS Abuse), penguatan keamanan dan stabilitas Sistem Nama Domain (Domain Name System/DNS), serta perluasan pilihan nama domain melalui Program Domain Tingkat Atas Generik Baru (New Generic Top-Level Domains/gTLD Program).

Bagi Bali, forum ini bukan sekadar pertemuan internasional, melainkan juga kesempatan untuk memperjuangkan identitas daerah di ruang digital. Jika proses pengajuan dan persyaratan yang berlaku dapat dipenuhi, domain .Bali diharapkan menjadi salah satu sarana untuk memperkuat identitas Pulau Dewata sekaligus memperluas kehadirannya dalam ekosistem internet global.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com